Insiden Bendera Nyangkut, Tajudin Dipanggil Wabup

Kabupaten Bima, Kahaba.- Insiden pengibaran bendera yang tersendat saat upacara Hardiknas tingkat Pemerintah Kabupaten Bima di Lapangan Talabiu, menjadi cerita memalukan. Betapa tidak, hingga lagu Indonesia Raya usai, bendera masih tertahan dan tidak bisa naik.

Ilustrasi Pengibaran Bendera nyangkut.

Ilustrasi

Peristiwa tersebut pun mengharuskan Wakil Bupati (Wabup) Bima Dahlan M. Noer memanggil Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Tajudin, untuk klarifikasi.

Wabup Bima saat ditemui di ruangannya Selasa (3/5), mengaku telah memanggil Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima itu. Wabup mengaku telah meminta klarifikasi terkait insiden memalukan tersebut.

“Kesalahan kecil saja pada saat upacara seperti itu telah merusak suasana Hardiknas,” ujarnya.

Dia menegaskan, kedepan tidak boleh lagi ada peristiwa seperti itu terjadi di upacara hari-hari besar. Jika masih terjadi, pihaknya tidak segan – segan memberikan sanksi tegas.

”Saya tidak mau dengar alasan, saya ingin kerja nyata dan tidak menjadi bahan pembicaraan orang,” tegasnya.

Sementara itu, Tajudin membenarkan dirinya dipanggil Wakil Bupati untuk klarifikasi persoalan tersebut. ”Sudah saya klarifikasi, memang itu hanya kesalahan tekhnis saja,” tuturnya.

Dia menjelaskan, hal itu terjadi karena tali Bendera Merah Putih terlilit, sehingga tidak bisa ditarik oleh pasukan pengibar bendera.

”Insya Allah kedepan hal seperti tidak terulang lagi,” janjinya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *