H. Sutarman: Saya Bicara Kemajuan dan Masa Depan

Kota Bima, Kahaba.- Bakal Calon Walikota Bima H. Sutarman H. Masrun sungguh – sungguh membuktikan keseriusannya menjadi Kompetitor Pilkada Kota Bima yang akan dihelat Tahun 2018 nanti. Keinginan itu juga disampaikan saat bersilahturahim dengan warga Lingkungan Niu Kelurahan Dara, Kamis (5/5) malam.

H. Sutarman saat memperkenalkan diri ddi Niu. Foto: Bin

H. Sutarman saat memperkenalkan diri ddi Niu. Foto: Bin

Kehadiran pria yang memiliki dua perusahaan Batubara itu disambut hangat warga setempat. Dihadapan konstituennya, ia memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kedatangannya di lingkungan yang memiliki 3 Rukun Tetangga (RT) tersebut.

“Jauh hari sebelum mendeklarasikan diri menjadi Bakal Calon Walikota Bima, saya selalu bicara kemajuan, selalu bicara masa depan yang lebih baik untuk daerah kelahiran saya,” ujarnya.

Berbekal pengalaman 30 tahun merantau dan merintis perusahaan Batu bara, Sutarman mengaku sudah banyak memiliki pengalaman, setumpuk ide dan gagasan untuk membangun rakyat dan daerah. Sebab, yang diamatinya hingga kini, masih banyak aspek di Kota Bima yang belum disentuh dengan maksimal.

Keinginannya mewujudkan Kota Bima EMAS terus memantik semangatnya untuk bisa bertarung pada Pilkada nanti. Jika diizinkan menang dan bisa mengambil kebijakan pengelolaan daerah, dirinya ingin mengantarkan Kota Bima menjadi daerah yang jauh lebih sejahtera.

H. Sutarman di Kelurahan Niu. Foto: Bin

H. Sutarman di Kelurahan Niu. Foto: Bin

“Saya tidak ingin sekedar menjadi penguasa atau pemimpin daerah, tapi lebih dari itu. Benar – benar memberikan bakti untuk kemajuan daerah. Untuk itu saya berdiri disini, dihadapan rakyat, agar rakyat bisa menilai dan saya menjadi pilihan untuk solusi permasalahan daerah,” tuturnya.

Kata pria yang biasa disapa H. Man Kosambo itu, Setelah rampung dirinya mengunjungi 38 Kelurahan. Ia akan melakukan survei elektabilitas. Apabila hasilnya baik, ia akan melanjutkan perjuangannya dengan segala kekuatan. Tapi jika tidak, ia akan memilih kembali ke Kosambo dan menjadi Pengusaha.

Namun, sosialisasi diri yang sudah dilakukannya sekarang begitu nikmat dijalaninya. Ada kepuasan tersendiri bisa berdialog dengan rakyat dan coba memberikan gagasan dan ide terhadap persoalan yang dihadapi rakyat, termasuk menyerahkan sejumlah bantuan yang diminta oleh rakyat.

“Saya menikmati kegiatan ini. Saya senang dan bahagia bisa berada lebih dekat dengan rakyat seperti ini,” katanya.

Untuk itu, ia berharap kepada rakyat yang sudah mengenalnya, agar memberikan penilaian dari hati. Jika memang dirinya layak untuk memimpin Kota Bima, teguhkan hati. Tapi, jika masih ragu terhadap adanya sejumlah pilihan, dirinya menyarankan untuk berserah diri kepada Allah SWT.

Warga Niu saat menerima kunjungan H. Sutarman. Foto: Bin

Warga Niu saat menerima kunjungan H. Sutarman. Foto: Bin

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Sutarman juga banyak menerima keluhan dari warga Lingkungan Niu, termasuk masalah Masjid setempat yang tak kunjung dibnatu oleh Pemerintah. Padahal sejak Tahun 2013 mengajukan proposal, begitu pun tahun – tahun berikutnya. Hingga tahun 2016, bantuan tersebut tak kunjung hadir.

Namun pada silahturahim itu, dirinya memberi semangat kepada pengurus Masjid Niu untuk tidak berkecil hati dan patah semangat mengajukan proposal. Karena yang diminta kepada Pemerintah, merupakan uang rakyat.

“Tetap semangat, saya juga membantu pembangunan Masjid ini dengan 100 Sak Semen. Ambil Nota pembelanjaannya di pengurus Kosambo. Saya juga berharap, Tahun depan bisa Sholat di Masjid ini,” inginnya diikuti tepuk tangan rakyat Niu.

Sutarman  juga meminta kepada warga Niu untuk dapat memisahkan urusan bantuan 100 sak semen dengan kedatangannya memperkenalkan diri menjadi Bakal Calon Walikota Bima. Sebab, urusan pemberian bantuan, merupakan urusannya dengan Allah SWT.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *