Tokoh Tua Rite: H. Sutarman Tokoh yang Patut Jadi Panutan

Kota Bima, Kahaba.- Nama H. Sutarman kian hari hangat dibicarakan, bukan lantaran karena dikenal sebagai pengusaha Batu bara sukses dan jiwa sosialnya yang tinggi, tapi semangatnya yang terus membuncah untuk terus memperkenalkan diri sebagai Bakal Calon Walikota Bima Tahun 2018 mendatang.

H. Sutarman saat Sosialisasi di Kelurahan Rite. Foto: Bin

H. Sutarman saat Sosialisasi di Kelurahan Rite. Foto: Bin

Tak kenal lelah, saban hari pria tersebut terus menyambangi rakyat di tiap Kelurahan. Menyampaikan maksud kedatangannya setelah 30 Tahun merantau dan mendorong rakyat untuk belajar politik santun dan mengajak berpolitik untuk kemajuan hidup kearah yang lebih.

Di Kelurahan Rite, Sabtu (7/5) H. Sutarman kembali mengutarakan keinginannya. Ratusan warga setempat pun menyambutnya dengan hangat. Saat ia menyampaikan kedatangannya, warga terlihat serius menyimak uraian – uraiannya.

Muncul kesan yang sangat baik dari tokoh masyarakat setempat. Karena selama ini hanya mendengar namanya sering disebut dan dibicarakan, namun setelah melihat gestur dan cara bicaranya, H. Sutarman dinilai sebagai sosok yang sangat patut untuk dijadikan panutan.

“Saya berkesan dengan kehadiran H. Sutarman bersilahturahim dengan warga. Kami sudah dengar semua isi hatinya. Jadi, saya menilai beliau tokoh yang pantas dan patut untuk menjadi panutan,” ujar Tokoh Tua Kelurahan Rite H. Abdul Majid M. Nor.

Menurut Abdul Majid, H. Sutarman orang yang sederhana, terlihat dari caranya berpakaian, bertutur dan berucap, dan menyampaikan keinginannya maju sebagai Bakal Calon Walikota Bima begitu lugas.

“Jadi menurut saya, H. Sutarman sangat cocok jadi Walikota Bima, tinggal kembali ke kemampuan H. Sutarman saja. Semoga saja dia diberikan kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT,” harapnya.

Penilaian yang sama juga disampaikan oleh Hj. Siti Hasnah HA. Karim, tokoh perempuan di Kelurahan tersebut juga senang melihat cara H. Sutarman menyampaikan maksudnya.

H. Sutarman berbicara dihadapan rakyat Kelurahan Rite. Foto: Bin

H. Sutarman berbicara dihadapan rakyat Kelurahan Rite. Foto: Bin

“Kami merasa berterimakasih sekali dengan kedatangan H. Sutarman. Karena selama ini kami hanya mendengar nama saja, setelah melihat wajahnya, saya kira H. Sutarman orang yang ideal,” ucapnya usai acara silahturahim di Kelurahan tersebut.

Siti Hasnah juga berpendapat, jika dilihat dari caranya memberikan solusi terhadap persoalan rakyat juga baik. Memberi contoh penyelesaian masalah yang konkrit.

“Sepertinya H. Sutarman sudah memiliki kemampuan memimpin memimpin Kota Bima. Tinggal terus berusaha dan banyak berdoa saja,” sarannya.

Pada kesempatan itu, pria yang lebih dikenal dengan sebutan H. Man Kosambo itu panjang lebar berbicara tentang kesungguhannya ikut menjadi calon Walikota Bima. Keinginan tersebut muncul dari perenungan panjang dan melihat kondisi ril yang ada di Kota Bima, yang butuh digerakkan dan didorong untuk berlari mengejar ketertinggalan.

Menurut pria yang lahir 1966 itu, Kota Bima harus berkembang dengan baik dan bisa mensejahterahkan seluruh rakyatnya. Caranya, dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Karena hingga kini, seluruh sektor belum digerakkan dengan maksimal.

“Saya memiliki setumpuk ide dan gagasan untuk perkembangan Kota Bima yang lebih baik. Cara agar pemikiran saya bisa diterapkan, yakni harus menjadi pengambil kebijakan atau menjadi Kepala Daerah,” ucapnya.

Namun keinginan itu, tak akan bisa dilakukan tanpa harus didukung oleh seluruh rakyat Kota Bima. Untuk itu, dirinya sungguh – sungguh kembali ke tanah kelahiran dan mendatangi seluruh rakyat di 38 Kelurahan, agar rakyat bisa mengenal dan memberikan penilaian.

“Kalau saya dianggap pantas, ayo bersama – sama kita mendorong perubahan yang kita inginkan, agar bisa meraih kehidupan yang lebih baik,” ajaknya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *