Kantor Imigrasi Bima Mulai Beroperasi Senin Besok

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Biro (Karo) Kepegawaian Kemenkumham, Arifin HA didampingi Kepala Kantor Imigrasi Bima, Muh. Irham Anwar, meninjau persiapan Kantor Imigrasi Kelas III Bima, Minggu (8/5).

Karo Kepegawaian Kemenkumham didampingi Kepala Kantor Imigrasi Bima, pose bersama usai meninjau Kantor Imigrasi Kelas III Bima. Foto: Hum

Karo Kepegawaian Kemenkumham didampingi Kepala Kantor Imigrasi Bima, pose bersama usai meninjau Kantor Imigrasi Kelas III Bima. Foto: Hum

Target semula, Kantor Imigrasi Bima yang berlokasi di sebelah timur Istana Kesultanan Bima mulai beroperasi Maret 2016. Namun target ini tidak terpenuhi karena kendala teknis.

Muh. Irham menjelaskan, Kantor Imigrasi Bima akan mulai beroperasi hari Senin, 9 Mei 2016, didukung oleh 8 orang pegawai yang didatangkan dari Kantor Imigrasi Mataram dan Sumbawa.

“Kami berterima kasih karena persiapan perlengkapan kantor didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Bima,” katanya melalui siaran Pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Dijelaskannya, dari 4 kantor yang baru, hanya Kantor Imigrasi Bima yang sudah siap beroperasi penuh. Waktu yang dibutuhkan cukup singkat, yaitu kurang lebih 1,4 tahun, dibandingkan dengan daerah lainnya yang bisa sampai 10 tahun.

“Ini tidak terlepas dari komitmen Walikota dan Wakil Walikota Bima,” ujarnya.

Ditargetkan, pelayanan pembuatan Paspor dan Visa sudah berjalan sebelum bulan puasa. Untuk saat ini hanya pelayanan administrasi kantor, karena masih terkendala belum ada alat foto Paspor yang masih menunggu distribusi dari kantor pusat.

“Keberadaan Kantor Imigrasi Bima diharapkan bisa mempermudah proses pengurusan Paspor masyarakat Bima dan Dompu yang sebelumnya harus dilakukan di Kabupaten Sumbawa,” tuturnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *