Dikpora Didik dan Latih Penggerak Muda Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebanyak 10 tenaga muda pengajar Kabupaten Bima mendapat pendidikan dan pelatihan selama 21 hari, mulai 9 hingga 29 Mei 2016 dari Dinas Dikpora. Kegiatan tersebut dilakukan agar peserta mendapat bekal yang maksimal, tentang tata cara dan prosedur mengajar di daerah terpencil.

Tenaga muda pengajar Kabupaten Bima. Foto: Eric

Tenaga muda pengajar Kabupaten Bima. Foto: Eric

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Tajudin menjelaskan, tugas tenaga muda pengajar sangatlah krusial, selain memiliki semangat mengabdi dan cita-cita tinggi di daerah terpencil, juga dituntut memberikan pendidikan yang baik bagi generasi penerus.

“Pemerintah Kabupaten Bima telah mempercayakan kepada anda semua, untuk itu diminta mengikuti kegiatan pelatihan dan pendidikan secara penuh. Agar dalam pelaksanaan di lapangan, dapat berjalan sesuai yang diharapkan,” ujarnya, Senin (9/5).

Menjadi pengajar muda, menurut dia, harus memiliki kepedulian sosial serta bisa mengedepankan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman berorganisasi. Semangat juang, kemampuan adaptasi yang tinggi, menyukai tantangan dan kemampuan menyelesaikan dan memberikan solusi, serta mampu menghargai dan berempati terhadap orang lain.

“Pengajar muda juga bagian dari ujung tombak keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di tempat terpencil, kami mengandalkan kemampuan kalian,” ucapnya.

Dibalik perjuangan tersebut, tentunya pemerintah daerah tetap memperhatikan segala kebutuhan pendidik. Dimana di tahun 2016, tunjangan insentif akan dicairkan sesuai dengan prosedur. Bahkan akan terus ditingkatkan, mengingat medan yang dilalui sangat jauh dari sumber informasi dan juga komunikasi.

Sementara lokasi penempatan tenaga muda pengajar, disebutkannya, yaitu di Kecamatan Tambora, Donggo, Lambitu, Parado Wane, Sape, Langgudu dan Lambu. Adapun 10 tenaga muda yang berbakti di daerah terpencil tersebut, ialah Alwin, Anas Ardiayansah, Anhar Hasan, Atifatimatuzzahra, Iin Irliana, Imamsyah Ratu Prawira, Juniarti, Januroh, Ramona Intan Sari dan Arya Satriya Nusantara.

“Selamat bertugas, dedikasikan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat terpencil dengan penuh disiplin dan tanggungjawab,” pintanya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *