Bus Sering Dibakar Massa, Sopir Diminta Tidak Ugal-Ugalan

Kota Bima, Kahaba.- Insiden pembakaran Bus Surya Kencana di Kabupaten Sumbawa Minggu (8/5), juga menjadi peringatan bagi supir untuk lebih berhati-hati. Bisa jadi, massa yang mengamuk hingga merusak dan membakar Bus, merupakan luapan emosi karena adanya sebab. Seperti Bus tersebut menabrak pengendara lain. (Baca. Bus Surya Kencana Angkut Siswa, Dibakar)

Anggota DPRD Kota Bima Dedy Mawardi. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima Dedy Mawardi. Foto: Bin

Seperti yang terjadi Minggu kemarin di Kabupaten Sumbawa, warga merusak dan membakar Bus Surya Kencana lantaran menabrak pengendara lain. Kasus pembakaran Bus di Kabupaten Sumbawa, juga pernah terjadi sebelumnya. Bus Dunia Mas juga menjadi korban pembakaran.

Kasus pembakaran tersebut, kini juga menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bima. Dedy Mawardi menilai, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius para Supir Bus malam. Dirinya dari dulu, banyak menerima keluhan warga soal aksi ugal – ugalan para Supir di jalan raya. (Baca. Akibat Bus Surya Kencana Dibakar, Dua Bus yang Sama Tertahan di Sumbawa)

“Nasib penumpang Bus itu ada ditangan sopir. Jika supirnya masih ugal – ugalan dan tidak memikirkan keselamatan penumpang, bukan tidak mungkin kasus pembakaran Bus akan kembali terjadi,” ujarnya, Senin (9/5).

Menurut dia, Sopir harus diberikan pembinaan oleh Pemilik kendaraan, Organisasi Supir, bila perlu Dinas terkait. Bukan persoalan soal bisa dan jam terbang mengendarai kendaraan tersebut, tapi soal cara dan etika, sehingga penumpang juga merasa aman dan nyaman berada didalam kendaraan tersebut.

“Apabila soal keamanan dan keselamatan penumpang tidak dipikirkan, kepercayaan penumpang juga akan hilang,” katanya.

Duta Hanura tersebut juga meminta kepada penyedia jasa angkutan tersebut untuk lebih tegas menerapkan aturan bagi supir. Karena tidak menutup kemungkinan juga Supir minum Miras dan memakai Narkoba saat berkendara. Dengan alasan, untuk menambah stamina. Padahal hal itu sangat beresiko.

Dedy menambahkan, di masing – masing Bus juga harus menyediakan Nomor Kontak Keluhan. Agar bisa dimanfaatkan oleh penumpang apabila menemukan sesuatu yang membuat mereka tidak merasa aman dan nyaman selama perjalanan.

“Kalau merasakan ketidaknyamanan saat perjalanan, penumpang bisa langsung melapor kepada pemilik Bus tersebut,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *