Pedagang Ungkap Persoalan Pembagian Los Pasar Tente

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pedagang di Pasar Tente mengeluhkan sejumlah persoalan pembagian Los Pasar tersebut. Panitia dinilai mengambil keuntungan dari proyek tersebut.

Ilustrasi

Ilustrasi

Salah seorang pedagang, David mengungkapkan, sejumlah persoalan tersebut seperti penarikan tarif Los Pasar yang dinilai sangat mahal. Panitia meminta anggaran kepada pedagang yang menempati Los Pasar tersebut hingga puluhan juta.

“Pedagang. Diminta uang bervariasi, mulai dari Rp 30 juta – Rp 40 juta. Kami punya bukti rekaman penawaran harga tersebut,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya soal harga, dirinya juga mengungkapkan pembagian Los Pasar yang tidak adil. Karena sejumlah pedagang yang sudah sekian lama menempati lokasi tersebut, justeru tidak dapat bagian. Panitia diduga membagikannya kepada keluarga Pejabat Kecamatan setempat.

Selain itu, sambungnya, sejumlah Los Pasar yang belum dipasang listrik. Kemudian, ukuran Los juga yang tidak sama. Sebagian besar dan sebagian kecil.

“Ini sejumlah masalah yang harus diselesaikan, agar tidak menjadi Bom waktu dikemudiam hari,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Woha Dahlan menilai persoalan tersebut biasa, keluhan penjual yang merasa tidak puas dengan kebijakan. Namun dirinya memastikan, panitia sudah bekerja dengan baik.

“Soal biaya yang diterima oleh pedagang, itu tidak benar. Tidak ada sepeserpun kita ambil dari pedagang. Bahkan air minum satu gelas saja tidak pernah kami minta. Kalau memang ada rekaman, silahkan tunjukan, biar kita tindak,” tegasnya.

Mengenai pembagian Kios, kata dia, semua sudah dilakukan dengan baik, semua pedagang yang berada dilokasi tersebut juga sudah diakomodir. Tidak ada pihaknya mengakomodir pedagang baru maupun keluarga pejabat Kecamatan.

“Masalah ini sebenarnya sudah kita sampaikan semua saat adanya demonstrasi puluhan orang kemarin. Jadi tidak ada persoalan,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *