Selama 4 Tahun, Tercatat 170 Kasus Anak di Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus kekerasan maupun tindak pidana melibatkan anak di bawah umur saat ini kian meningkat dan memasuki kondisi darurat. Hampir setiap hari, pemberitaan media massa cetak dan elektronik dihiasi kasus kekerasan dan tindak pidana melibatkan anak diberbagai daerah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Di Kabupaten Bima sendiri, angka kasus kekerasan anak juga terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bima, selama empat tahun terakhir tercatat sebanyak 170 kasus anak dengan rasio 42,5 kasus pertahun.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Bima, H M Taufik, AK saat membuka Sekolah Paralegal yang digelar Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi NTB bekerjasama dengan LPA Kota dan Kabupaten Bima, Selasa (10/5) pagi.

“Data yang tercatat ini adalah yang dilaporkan. Belum lagi kasus-kasus anak yang tidak dilaporkan,” kata Sekda.

Sekda tidak bisa membayangkan, 10 tahun ke depan bagaimana kondisi anak di Kabupaten Bima bila kasus yang melibatkan generasi bangsa ini terus meningkat. Karena itu menurutnya, pencanangan Kabupaten Layak Anak saja tidak cukup untuk mencegah kasus melibatkan anak tidak terjadi.

“Sehingga sekolah dan pelatihan untuk para relawan dan pemerhati anak seperti ini sangatlah penting. Bila perlu setiap kecamatan di Kabupaten Bima ada relawan khusus yang dilatih untuk menangani persoalan anak,” terang Alumni IPDN ini.

Selain itu sambungnya, regulasi yang berpihak terhadap persoalan anak sangat penting diperkuat untuk memberikan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.

“Untuk mendukung itu, Pemerintah Kabupaten Bima saat ini sedang mengajukan terbitnya Perda Anak. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terwujud,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *