Siswi SMU Dalam Video Perkelahian Pelajar Dipanggil Dikpora

Kota Bima, Kahana.- Setelah mengidentifikasi oknum siswi yang terlihat dalam video perkelahian pelajar SMU beberapa hari terakhir, pada  Selasa (26/7) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima akhirnya memanggil kedua ‘jagoan’ tersebut.

Seperti yang disampaikan Sekretaris Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, MAP, kedua orang siswa yang berasal dari dua sekolah yang berbeda tersebut sudah dipanggil. Namun dari kedua orang remaja tersebut, baru satu orang siswi, yakni Pur siswi kelas dua SMAN 4 Kota Bima, yang datang menghadap. Dalam kesempatan tersebut, Selain Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, hadir juga perwakilan orang tua/wali Pur, Kabid Dikmen, Dikdas dan juga perwakilan dari SMAN 2 Kota Bima.

Video kekerasan di dunia pendidikan beredar / Foto: Youtube.com

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari Pur, Alwi mengungkapkan perkelahian yang terekam dalam video itu bermula dari teman-teman kedua siswi tersebut. Dari saling ejek via pesan singkat di telepon genggam (SMS), akhirnya merembet sehingga melibatkan kedua ‘jagoan’ tersebut. “SMSan saling ejek sempat terhenti beberapa hari. Kemudian, muncul lagi sms yang dilayangkan oleh siswi SMAN 2 Kota Bima ke nomor Handphone temanya Pur, dia ngajak bertemu di Dana Traha,” jelas Alwi kepada wartawan di kantornya Rabu (25/7).

Lanjut Alwi, karena terdorong gengsi kelompok, akhirnya kedua Geng sekolah tersebut bertemu di Dana Taraha pada pukul 09.00 wita sekitar bulan Juni. Dengan membawa massa pendukungnya masing-masing, perkelahian pun tak bisa dielakkan. Pur menjadi jagoan di SMA 4 Kota Bima, begitupun siswi di SMA 2 Kota Bima itu didaulat ‘turun gelanggang’.  “Jika saya mendengar keterangan Pur, mereka sengaja di adu oleh teman-temannya,” ungkap Alwi.

Kata dia, Pur yang mengenakan jaket berwarna kuning dan helm, sempat merasa iba dengan kondisi lawannya yang sudah babak belur. Melihat itu, dia menghentikan pertarungan tersebut dan ingin beranjak pulang. “Anehnya, meski sudah babak belur, siswi SMAN 2 Kota Bima itu, malah menantang lagi untuk berkelahi. Tapi Pur tidak meladeninya,” beber Alwi.

Dikpora sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut apalagi hingga videonya beredar di internet. “Yang bertanggungjawab atas masalah ini, kami di Dinas dan Orang tua siswi dan sekolah,” tambahnya. Karena baru satu pihak yang dihadirkan, Dikpora masih menunggu siswi SMA 2 untuk di cross-check keterangannya dengan Pur. Namun hingga Rabu (25/7), siswi yang masih belum diketahui namanya tersebut masih belum menghadiri panggilan Dikpora Kota Bima. “Siswi SMAN 2 Kota Bima itu ketika kami panggil kemarin masih di Sumbawa. Hari ini rencananya dia akan menghadiri panggilan kami,” katanya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *