Komunitas Pramuka Peduli Kampanye Ayo Membaca

?Kabupaten Bima, Kahaba.- Membaca adalah jendela untuk melihat dunia yang lebih luas lagi. Buku dapat membawamu seakan mengelilingi berbagai tempat atau merasakan pengalaman yang telah dialami orang lain. Karenanya, Komunitas Pramuka Peduli (KPP) Kabupaten Bima mengkampanyekan ‘Ayo Membaca’ kepada para pelajar dan masyarakat.

Komunitas Pramuka peduli saat kampanye ayo membaca. Foto: Ady

Komunitas Pramuka peduli saat kampanye ayo membaca. Foto: Ady

Kampanye membaca ini sekaligus memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2016 di Lapangan Semangka Sape, Selasa (17/05) kemarin.

Koordinator Komunitas Pramuka Peduli, Arief Rachman mengatakan, Hari Buku Nasional selalu menarik dibahas terutama tentang minat baca pelajar dan anggota pramuka di Gugus Depan. Apalagi,  perkembangan era digital perlahan menggeser posisi buku sebagai sumber informasi.

“Iya, semua informasi saat ini sudah dapat di akses secara online. Begitu juga dalam hal membaca. Saat ini kebanyakan masyarakat lebih memilih mencari informasi melalui dunia digital jika dibandingkan dengan buku konvensional,” kata Arief melalui siara persnya.

Namun demikian, menurut Arief, apapun sumber informasi yang dibaca baik secara online, electronic book ataupun konvensional, sejatinya peringatan Hari Buku Nasional bukanlah soal sumber yang dijadikan bacaan, melainkan menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dikalangan pelajar.

Fakta menyatakan kata dia, minat membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan hasil survey UNESCO PBB pada Tahun 2011 menunjukan tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0.0001 persen. Artinya, hanya ada satu orang dari 1000 masyarakat Indoensia yang masih mau membaca buku secara serius.

“Nah, mari kita membaca, buka jendela dunia lewat buku, dapat pengalaman berharga dengan membaca,” ajak Arief.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *