LPA Bekali Calon Duta Anak Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima sejak beberapa hari lalu memberikan pembekalan terhadap belasan pelajar SMP/MTs hingga SMA di Kota Bima di sekretariat setempat.

LPA Kota Bima saat membekali calon duta anak. Foto: Ady

LPA Kota Bima saat membekali calon duta anak. Foto: Ady

Tim LPA Kota Bima, Abd Rahman Hidayat menjelaskan, pelajar yang dibekali berbagai pengetahuan ini akan diseleksi untuk mengikuti kegiatan Temu Anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat 2016.

Kegiatan itu akan digelar Tanggal 29 hingga 31 Mei 2016 di Rumah Perlindungan dan Petirahan Sosial Anak (RPPSA), Jalan Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Diikuti peserta inti dari berbagai unsur Dewan/Forum Anak. Total peserta sebanyak 40 anak dan 10 pendamping.

“Temu Anak merupakan bagian dari seleksi anak NTB yang akan dikirim ke Kongres Anak 2016  tingkat nasional,” jelasnya.

Calon peserta terangnya, dibekali hal-hal yang berkaitan dengan kiprah mereka saat kegiatan Temu Anak. Tujuan pembekalan itu sebagai persiapan untuk seleksi menjadi duta Kota Bima. Peserta diharapkan mampu merefleksikan masalah anak menuju pemenuhan hak-hak mereka.

Pembekalan tersebut dipantau oleh dua pejabat BPPPKB Kota Bima. Berdasarkan petunjuk dari panitia Temu Anak NTB, kegiatan ini hakikatnya adalah salah satu bentuk kegiatan partisipasi anak dalam pembangunan. Anak-anak akan menunjukkan bahwa mereka dapat mengadvokasi dan mendorong Pemerintah Daerah demi terpenuhinya hak-hak anak di NTB.

“Kita harapkan duta Kota Bima mampu tampil maksimal pada kegiatan Temu Anak NTB,” ujar Hidayat.

Dia menambahkan, keterlibatan anak-anak penuh dalam kegiatan dengan keterwakilan masing-masing daerah di NTB. Hasil dari kegiatan  tahunan ini selalu dijadikan bahan advokasi kebijakan pada pemerintah dan pihak-pihak lainnya untuk membantu upaya perlindungan anak.

Tema kegiatan tahun ini adalah partisipasi anak dalam pencegahan kekerasan terhadap anak. Tujuannya meningkatkan jaringan untuk mendukung upaya perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap anak di NTB. Meningkatkan kesadaran kritis terhadap realitas permasalahan anak. Meningkatkan hubungan dan kreatifitas anak NTB. Serta mewujudkan partisipasi anak untuk pembangunan perlindungan anak.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *