Tambora Diprioritaskan, GTT : Dikpora Janji Bohong !

Kabupaten Bima, Kahaba.- Janji Dinas Dikpora Kabupaten Bima akhir tahun lalu untuk memprioritaskan tunjangan daerah terpencil bagi guru yang mengabdi di Kecamatan Tambora hingga kini belum juga direalisasikan. Guru asal Tambora pun mengaku kecewa dan menuding dinas setempat hanya mengumbar janji. (Baca. 2016, Tambora Priorotas Tunjangan Terpencil)

Salah satu sekolah di Kecamatan Tambora. Foto: Ady

Salah satu sekolah di Kecamatan Tambora. Foto: Ady

“Dinas Dikpora hanya janji bohong. Karena sampai sekarang tunjangan daerah terpencil itu belum pernah kami nikmati,” tuding salah seorang Guru Tidak Tetap (GTT) Kecamatan Tambora, Sugeng Purnomo kemarin.

Bapak satu anak ini mengaku, sudah delapan tahun lebih mengabdi sebagai GTT di SDN Tambora bersama dengan sejumlah rekannya. Namun, tidak ada sedikit pun perhatian dari pemerintah untuk membantu kesejahteraan mereka lewat tunjangan daerah terpencil.

“Kurang terpencil apa Tambora sehingga kami tidak bisa mendapatkan tunjangan seperti guru di kecamatan lainnya,” kata Sugeng.

Aspirasi tersebut lanjutnya, telah berulang kali disuarakan ke UPT dan Dinas Dikpora Kabupaten Bima. Alasan yang kerap disampaikan karena tidak mengajukan bahan dan menginput data dengan baik.

“Padahal, kami sudah melengkapi semua persyaratan dan mengikuti petunjuk. Kemudian mengajukannya sejak lama. Nyatanya, sampai sekarang tetap sama. Kami di Tambora dikesampingkan,” kesalnya.

Bersama dengan rekan senasibnya, Sugeng berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima bisa mengatensi aspirasi mereka. Bila kurang yakin, Ia sangat senang Bupati Bima bisa berkunjung langsung melihat kondisi guru dan pendidikan di Tambora,

“Kalau bisa semua jajaran Dinas Dikpora juga diajak semuanya. Agar mereka tahu dan paham kondisi kami di Tambora,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *