H Sutarman Paparkan Gagasan Ekonomi Kerakyatan

Kota Bima, Kahaba.- Agenda silaturrahmi untuk memperkenalkan diri sebagai Bakal Calon Walikota Bima Tahun 2018 terus dilakukan H Sutarman H Masrun. Setelah menuntaskan kunjungan di 31 kelurahan lainnya, agenda kunjungan dilanjutkan di Kelurahan Rontu, Sabtu (28/5) sore.

H. Sutarman saat memperkenalkan diri di Kelurahan Rontu. Foto: Ady

H. Sutarman saat memperkenalkan diri di Kelurahan Rontu. Foto: Ady

Kehadiran pria berlatar belakang pengusaha ini disambut hangat para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda di Kelurahan Rontu. Apalagi, dirinya memiliki riwayat kekeluargaan dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dalam agenda ini, H Sutarman tak hanya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ia juga memaparkan sejumlah ide dan gagasannya untuk memajukan Kota Bima ke depan. Salah satu bidang yang menjadi atensinya adalah bidang ekonomi.

Kepada masyarakat, Ayah dua ini memaparkan gagasannya untuk pengembangan ekonomi kerakyatan. Yakni dengan menumbuhkan geliat usaha ekonomi berbasis masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk koperasi.

Dengan cara ini kata dia, masyarakat bisa terlibat langsung dalam mempengaruhi keadaan pasar. Karena fakta yang terlihat selama ini, sistem ekonomi yang terbangun cenderung menguntungkan para pemodal karena berbasis kapitalisme. Sementara masyarakat kecil, hanya menjadi obyek yang dikendalikan tanpa bisa berbuat banyak.

Seperti dalam transaksi hasil pertanian lanjutnya, para petani selalu terjepit dengan ulah para cukong dan rentenir. Sebelum musim panen, harga jual hasil pertanian seperti jagung begitu tinggi. Tetapi ketika musim panen tiba, harga hasil pertanian seketika anjlok karena permainan mereka.

Belum lagi sambungnya, rentenir dengan berbagai wajah baru menggerogoti masyarakat. Praktek kredit dan peminjaman dengan sistem bunga sangat tinggi menjadi fakta hidup masyarakat saat ini.

Warga Kelurahan Rontu saat menghadiri silahturahim H. Sutarman. Foto: Ady

Warga Kelurahan Rontu saat menghadiri silahturahim H. Sutarman. Foto: Ady

“Karena itu revolusi ekonomi kerakyatan harus dilakukan untuk menjamin kesejateraan masyarakat. Yakni dengan membentuk koperasi berbasis masyarakat. Sehingga ke depan, koperasi ini menjadi tumpuan untuk menumbuhkan pendapatan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Upaya ini jelasnya, beberapa tahun terakhir sudah mulai dilakukan Komunitas Salaja Mbojo (Kosambo) yang ia dirikan. Yakni dengan membentuk Koperasi di Kompleks Pasar Kelurahan Penaraga.

Hanya saja, konsep tersebut menurutnya, tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa ada faktor pendukung lainnya. Yaitu intervensi pemerintah sebagai pengambil kebijakan, peran pelaku ekonomi dan keterlibatan masyarakat.

Gagasan ini tertuang dalam visi H Sutarman menuju Kota Bima Emas Tahun 2050. Sebuah konsep jangka panjang yang merumuskan visi progresif untuk membangun Kota Bima lebih maju ke depan.

“InshaAllah gagasan saya ini akan diuji bagaimana dasar pemikirannya oleh para doktor, birokrat dan akademisi di Mataram pekan depan nanti,” tuturnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *