Pemkot Bima Sosialisasi Desain Masjid Terapung Amahami

Kota Bima, Kahaba.- Masjid terapung Amahami, merupakan bagian dari Grand Design kawasan Niu – Lawata – Amahami, telah selesai dirancang tim UK Petra Surabaya. Rancangan ini dipaparkan oleh Benny Poerbantanoe di Surabaya kepada Walikota Bima pada tanggal 27 Mei 2016.

Desain Masjid Terapung Amahami. Foto: Hum

Desain Masjid Terapung Amahami. Foto: Hum

Dihadapan seluruh pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Kota Bima, Walikota dibantu oleh Kasi Tata Bangunan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan, dan Energi Kota Bima, Ririn Kurniawati, menampilkan rancangan tersebut untuk menerima masukan dan pendapat dari jajaran Pemerintah Kota Bima.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali melalui siaran persnya mengatakan, pembangunan Masjid terapung di Indonesia sudah dilaksanakan di beberapa wilayah, antara lain di pantai Losari Makassar dan di Padang Sumatera Barat. Pembangunan Masjid terapung di Kota Bima, mengambil referensi dari beberapa daerah tersebut, terutama dalam prinsip memadukan desain khas lokal dengan desain modern.

“Dua bentuk khas Bima adalah Nggusu Waru dan Uma Lengge. Kedua unsur ini diserap dalam desain Masjid terapung Ama Hami, dipadukan dengan simbol bintang dalam Islam atau Rub Al-Hizb yang dikenal sebagai Bintang Al-Quds karena mirip dengan Masjidil Aqsha yang berbentuk segi delapan. Bintang ini juga dipakai sebagai simbol wilayah Arabia,” jelasnya.

Selain Nggusu Waru dan Uma Lengge, ada juga motif ‘Bunga Satako’ yang bisa diaplikasikan pada kisi-kisi Masjid, mencontoh Masjid hasil rancangan Walikota Bandung Ridwan Kamil yang menampilkan lafadz Allah dan Muhammad pada kisi-kisinya.

“Masjid bisa diakses dari dua pintu, hal ini untuk memudahkan para pengunjung dari kawasan taman (wisatawan) serta pengunjung dari kawasan pasar Ama Hami (penjual dan pembeli),” katanya.

Sambungnya, ada tiga konsep yang diterapkan dalam rancangan tersebut, pertama terbuka, sehingga sirkulasi udara bersifat alami, kemudian kedua intersection, yaitu Masjid berada pada persimpangan jalan dan mudah diakses dari arah manapun. Lalu yang ketiga, harapan bahwa Masjid tersebut kelak akan menjadi bangunan yang paling megah di kawasan tersebut.

“Walikota dan Wakil Walikota berharap pembangunan Masjid ini mendapat dukungan dari masyarakat dan mampu diselesaikan dalam waktu dekat,” harapnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *