Lucu, Juara MTQ Rasanae Barat Malah tak Ikut Lomba Tingkat Kelurahan

Kota Bima, Kahaba.- Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Rasanae Barat memang curang. Kesepakatan rapat dan pertemuan tekhnis kaitan peserta MTQ, yang tidak diperbolehkan peserta dari luar Kecamatan Rasanae Barat ternyata benar – benar dilanggar. (Baca. Diduga, MTQ Rasanae Barat Penuh Kecurangan)

Penutupan MTQ tingkat Rasanae Barat

Penutupan MTQ tingkat Rasanae Barat

Kegiatan Syiar Islam tersebut malah diselimuti kepentingan oknum tertentu, demi meraih predikat juara dan hadiah semata. Oknum tersebut telah mengorbankan hak peserta lokal ditiap Kelurahan lain, yang telah murni mengirim perwakilannya.

Bahkan yang lebih lucu lagi, salah satu peserta dari Kelurahan Tanjung atas nama H. Safruddin yang masuk dalam kategori Golongan Dewasa, ternyata bukan warga Kelurahan tersebut, dan tidak pernah mengikuti kompetisi MTQ Tingkat Kelurahan.

“Benar kalau H. Safrudin bukan warga Kelurahan Tanjung. Dia pula tidak pernah sekalipun terdaftar sebagai peserta MTQ tingkat Kelurahan Tanjung, karena yang bersangkutan hanya menyemarakkan saja,” ujar Ketua Musabaqah Kelurahan Tanjung, Rahmad Senin (30/5).

Keikutsertaan H. Safrudin dalam lomba MTQ Tingkat Kecamatan Rasanae Barat memang sangat disesalkan. Karena sudah cacat secara administrasi, dan tidak melalui tahapan awal sebagai peserta MTQ di Kelurahan Tanjung.

“Ini murni kesalahan kami, kedepan akan kami perbaiki dengan lebih mencermati setiap peserta yang mendaftar, sehingga tidak mengorbankan bibit-bibit Qori dan Qoriah lokal,” sesalnya.

Pernyataan Rahmad juga diperkuat Lurah Manggemaci, dimana peserta Golongan Dewasa tersebut diakui sebagai warga lingkungannya. Sampai saat ini, H. Syafrudin masih berdomisili di Lingkungan Bedi RT 09 RW 03 Kelurahan Manggemaci.

“Bahkan saat lomba MTQ Tingkat Kecamatan Mpunda, yang bersangkutan bertindak sebagai Dewan Hakam,” tegas Lurah Manggemaci, Yusuf Ismail.

Ditempat berbeda, Ketua Seksi Musabaqah Kelurahan Sarae, Burhan mengaku tidak tahu menahu peserta dari luar Kelurahan Sarae tersebut. Karena dirinya hanya membaca nama peserta dan memberikan penilaian, sedangkan data asal peserta disarankan menunggu besok untuk klarifikasi.

“Maaf, mengenai nama peserta yang berasal dari Kelurahan Jatiwangi seperti Tahfidz Lima Juz Puput Melati, kemudian untuk golongan remaja atas nama Muzakir dan Fitri, akan kros cek kembali, apakah mereka masuk sebagai warga Kelurahan kami atau tidak,” tambahnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *