Duta Anak Kota Bima Lolos Seleksi Kongres Anak Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Siti Nuralfisah, siswi Kelas 2 SMA Negeri 1 Kota Bima berhasil mengharumkan nama Kota Bima. Pelajar berusia 16 tahun ini mampu menyisihkan pesaingnya dari berbagai daerah di Propinsi NTB dalam kegiatan seleksi Kongres dan Temu Anak Nasional.

Siti Nuralfisah duta Anak Kota Bima yang Lolos Kongres Anak Nasional. Foto: Ady

Siti Nuralfisah duta Anak Kota Bima yang Lolos Kongres Anak Nasional. Foto: Ady

“Alhamdulillah, hasil pengumuman hari ini mencatat Siti Nuralfisah menjadi yang terbaik diantara peserta lainnya di NTB,” kata Pendamping dari Lembaga Perlindungan. Anak (LPA) Kota Bima, Abd Rahman Hidayat saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (31/5) siang.

Hidayat menjelaskan, kegiatan Temu Anak di NTB 2016 digelar sejak Tanggal 29 hingga 31 Mei 2016 di Rumah Perlindungan dan Petirahan Sosial Anak (RPPSA), Jalan Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Diikuti peserta inti dari berbagai unsur Dewan/Forum Anak. Total peserta sebanyak 40 anak dan 10 pendamping.

“Temu Anak merupakan bagian dari seleksi anak NTB yang akan dikirim ke Kongres Anak 2016  Tingkat Nasional,” jelasnya.

Siti Nuralfisah kata dia, merupakan perwakilan peserta dari LPA Kota Bima untuk kegiatan Temu Anak NTB. Saat ini, pihaknya juga masih menunggu pengumuman hasil seleksi peserta Forum Anak NTB. Pada kegiatan ini diikuti tiga peserta dari Kota Bima yang diutus BPPPKB Kota Bima.

Sejak awal pihaknya memang optimis Siti Nuralfisah bisa lolos seleksi. Karena betul-betul memahami berbagai materi tentang anak. Selain itu, memiliki kemampuan pendukung seperti tehnik komunikasi dan Bahasa Inggris.

“Mudah-mudahan, peserta dari Forum Anak juga lolos seleksi sehingga ada dua Duta Anak Kota Bima yang menuju Kongres Anak Nasional,” harapnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *