PLN Bima Cek Kesiapan Jelang Ramadan

Kota Bima, Kahaba.- Untuk memastikan pasokan listrik selama bulan ramadan aman, Jajaran PT PLN (Persero) Areal Bima melaksanakan apel gelar pasukan, Rabu (1/6). Sekaligus pemeriksaan peralatan kerja seluruh unit PLN, termasuk pihak ketiga.

Jajaran PLN Bima pose bersama usai cek persiapan Listrik di Bulan Ramadan. Foto: Abu

Jajaran PLN Bima pose bersama usai cek persiapan Listrik di Bulan Ramadan. Foto: Abu

Seluruh jajaran PLN Areal Bima termasuk Dompu dan Sape sampai mitra kerja dikumpulkan dalam agenda itu. Manajer PLT Areal Bima, Jeffri Husni didampingi seluruh Asmen ikut hadir mengecek seluruh peralatan kerja para petugas.

Kesehatan petugas hingga mobil pelayanan juga tak luput dari pengecekan. Pada kesempatan itu pula dilakukan penandatangan pakta integritas seluruh jajaran PLN dan mitra kerja dalam menjalan tugas selama bulan puasa.

Manajer PT PLN (Persero) Areal Bima, Jeffri Husni dalam arahannya mengatakan, sebentar lagi memasuki bulan puasa, seperti tahun-tahun sebelumnya kebutuhan akan pasokan listrik selama bulan puasa meningkat dibanding hari biasa. Dan PLN berkomitmen menjaga pasokan listrik pada masyarakat tetap aman.

Untuk memastikan pasokan listrik aman selama bulan puasa ini dihadirkan seluruh jajaran PLN termasuk seluruh mintra kerja untuk mengevaluasi sekaligus memeriksa kelengkapan sarana dan prasarana yang ada. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh komponen telah siap bekerja sesuai komitmen PLN bagaimana selama bulan puasa ini pasokan listrik tidak terganggu.

PLN Bima saat cek persiapan Listrik jelang Bulan Ramadan. Foto: Abu

PLN Bima saat cek persiapan Listrik jelang Bulan Ramadan. Foto: Abu

Tidak saja dari petugas dan perlatan kata Jeffri, juga mulai dari unit pembangkit, jaringan, pelayanan tehnis. Apalagi, untuk kebutuhan pasokan listrik dibulan puasa akan lebih besar, khususnya pada waktu – waktu beban puncak menjelang malam sampai saat waktu sahur. Untuk itulah kita harus memastikan bahwa pasokan listrik tetap aman selama sebulan nanti.

Dikatakannya, untuk daya mampu PLN saat ini mencapai 44 MW, sementara beban puncak pada hari biasa hanya 42 MW, masih ada siswa 2 MW. Namun seperti tahun tahun sebelumnya pada bulan puasa meningkat khususnya pada beban puncak malam hari nanti diprediksi mencapai 46 MW.

Namun Jeffri memastikan, dapat memenuhi kebutuhan akan daya yang lebih itu dengan daya cadangan yang ada, tentunya juga dalam hal ini juga harus dibarengi dengan kesiapan ditingkat gangguang. Untuk itu pula seluruh jajaran disiagakan menjaganya.

“Untuk itulah kita bisa memastikan semuanya dapat aman, termasuk meminta dukungan masyarakat bila mendapatkan adanya dahan pohon yang dekat dengan jaringan listrik untuk bisa diinformasikan sehingga dapat cepat dilakukan pemangkasan,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau pada pelanggan selama bulan puasan ini, agar menghemat penggunaan listrik. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menggunakan peralat elektronik. Bila tidak diperlukan untuk dipadamkan, seperti saat pergi taraweh tidak lagi menyalakan TV atau radio maupun peralatan elektronik yang tidak dibutuhkan. Ini tentunya dapat membantu amannya pasokan listrik.

Jeffri menambahkan, walaupun pasokan listrik aman, namun tidak menutup kemungkinan adanya gangguan diluar kemampuan PLN. Seperti akibat kendala alam , karena selama ini menjadi pengalaman, terjadinya pemadaman itu bukan saja masalah tehnis pada daya mampu tetapi pada masalah jaringan yang ada. Seperti akibat gangguan alam, hujan, dahan pohon dan lainnya atau jaringan putus akibat pohon tumbang.

“Saya mengingatkan para pekerja tidak saja menjalankan tugas apa adanya, tetapi harus tetap savety. Tidak lupa menggunakan pengaman dan tetap jaga kesehatan selama menjalankan tugas,” ingatnya.

Sementara itu Asmen Niaga, Mustafa mengaku, untuk mengamankan pasokan listrik pihaknya juga besurat pada pemakai daya listrik yang besar agar pada waktu beban puncak dapat meminimalisir penggunaannya. Ini juga sebagai langkah PLN guna memastikan pasokan listrik pada masyarakat tetap terpenuhi.

*Abu/ADV

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *