Bila Terbukti Selingkuh, Kemenag Siapkan Sanksi untuk Subhan

Kota Bima, Kahaba.- Ternyata, prahara rumah tangga Subhan dan  isterinya Tity Haryati, sudah setahun lalu ditangani Kemenag Kota Bima. Namun, Lembaga yang menaungi tempat Subhan bekerja (MAN. 1 Kota Bima). Namun Kemenag, belum bisa mengambil tindakan, karena Tity selaku pihak yang merasa dirugikan belum melapor dan tunjukan bukti perselingkuhan suaminya. (Baca. Kepincut Isteri Orang, Oknum Guru Telantarkan Keluarga)

Kepala Kemenag Kota Bima, H.Syahrir. Foto: Eric

Kepala Kemenag Kota Bima, H.Syahrir. Foto: Eric

Kemenag Kota Bima, H. Syahrir mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya mediasi, meminta agar Subhan dan isteri membangun kembali rumah tangganya. Tapi, seolah Subhan tidak memberikan ruang dan tetap meminta agar bercerai.

“Subhan tetap ingin cerai karena alasannya sudah tidak ada cocok dan mesra lagi isteri. Bahkan sering bertengkar dan isterinya tidak lagi hormat dan menghargai suami. Sementara pengakuan Tity, bertengkar itu sudah biasa dalam rumah tangga, sehingga tidak perlu dibesarkan, apalagi sudah dikaruniakan tiga anak,” ujarnya, Kamis (2/6).

Mengenai dugaan adanya perselingkuhan, Syahrir mengaku, Subhan  membantah semua tudingan yang disampaikan oleh isterinya tersebut. Sebab, Tity juga belum menunjukan bukti perselingkuhan suaminya.

“Tity belum menyampaikan laporan resmi, apalagi menunjukanbukti jika suaminya selingkuh. Jadi, kami juga belum bisa memberikan sikap dan sanksi,” katanya.

Tapi, sambungnya, persoalan tersebut tetap akan menjadi perhatian Kemenag, namun tetap berdasarkan asas praduga tak bersalah. Apabila Tity dapat menunjukan bukti kuat tentang perselingkuhan suaminya dengan Wanita Idaman Lain (WIL), maka Kemenag akan mengambil tindakan.

“Jika terbukti benar Subhan berselingkuh, kami akan melakukan pembinaan, serta sanksi sesuai tingkat kesalahan,” janjinya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *