STIE Bima Cetak 160 Sarjana Ekonomi Baru

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima tahun ini kembali mencetak sebanyak 160 Sarjana Ekonomi baru. Sarjana Angkatan XIII ini dikukuhkan pada Rapat Senat Terbuka, Kamis (2/6) pagi di Gedung Convention Hall Paruga Na’e Kota Bima. (Baca. Hadapi MEA, Generasi Muda Harus Siap)

Ketua STIE Bima saat pengukuhan Wisuda Mahasiswi. Foto: Eric

Ketua STIE Bima saat pengukuhan Wisuda Mahasiswi. Foto: Eric

Suasana bahagia dan haru dirasakan para orang tua wisudawan, keluarga dan para sahabat mereka. Prosesi wisuda dimulai sekitar pukul 08.00. Dihadiri Wakil Bupati Bima, perwakilan Pemerintah Kota, Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali-Nusra, Prof. Ir. I Nengah Dasi Astawa, Anggota DRPD dan sejumlah unsur FKPD.

Dalam sambutannya, Ketua STIE Bima, Firdaus menyampaikan rasa terimakasih dan ucapan selamat, kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah dilantik sampai meraih impian yang telah dinanti. Dan rasa bangga pula kepada orang tua dan keluarga wisudawan, yang mempercayakan putra dan putrinya untuk dibimbing hingga mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi di STIE Bima.

“Wisuda merupakan salah satu hasil kerja yang nyata, selama menempuh bangku perkuliahan. Juga sebagai bagian dari akuntabilitas pembuktian STIE Bima kepada masyarakat pada umumnya,” terang Magister Manajemen ini.

Dijelaskan Firdaus, wisuda merupakan pertanda kesungguhan civitas akademik STIE Bima, dalam melaksanakan tugas sesuai dengan agenda yang telah ditentukan, serta target mutu dalam bidang pendidikan yang ingin dicapai. Wisuda juga merupakan indikator akuntabilitas STIE Bima sebagai institusi perguruan tinggi.

Makna penting lain bagi STIE Bima ialah, dengan keberhasilan meluluskan mahasiswa tersebut maka menjadi wujud karya yang nyata terkait dengan Tri Darma Perguruan Tinggi. Karenanya, kepada mahasiswa yang diwisuda diharapkan agar pengalaman selama di STIE Bima dapat menambah kematangan intelektual.

“Bahwa pendidikan pada perguruan tinggi, merupakan pendidikan akhir sebelum terjun ditengah masyarakat dengan predikat sebagai sarjana ekonomi,” ujarnya.

Wisuda STIE Bima. Foto: Eric

Wisuda STIE Bima. Foto: Eric

Pada hari ini pula lanjut Firdaus, seluruh alumni telah secara legal diakui memiliki keahlian sesuai dengan gelar akademik yang tercantum. Maka pihak kampus berharap, para alumni benar-benar menggambarkan kompetensi mahasiswa pada bidang yang telah dipelajari di kampus biru tersebut.

Sebagai bentuk peningkatan pengembangan kampus jelasnya, setiap tahun STIE Bima terus mengembangkan mutu, melalui peningkatan sarana dan prasarana yang dimiliki. Berkaitan dengan hal tersebut, STIE Bima telah memperkenalkan atmosfir akademik baru bagi masyarakat. Melalui perombakan kurikulum yang mengarahkan pada kompetensi lulusannya, dan pembenahan fasilitas akademik dan kemahasiswaan.

Firdaus menambahkan, wisuda kali ini merupakan upaya mensejajarkan diri dalam bidang perkembangan ilmu pengetahuan tekhnologi dan seni. Serta menempatkan diri secara pas dalam proses demokratisasi, kekuatan ekonomi, tekanan global serta tekanan politik dan pengaruh kuat berbagai kebudayaan yang melanda negara.

“Pelantikan wisudawan mempunyai arti penting, karena masyarakat bangsa dan negara kini mendapatkan sarjana terbaik, terdidik dan terlatih dari STIE Bima.  Untuk mengabdikan dirinya, bagi kepentingan masyarakat bangsa dan negara,” tegasnya.

Pihak kampus pada kesempatan itu memberikan penghargaan kepada 10 wisudawan terbaik berdasarkan peringkat. Mereka adalah M.Rizal Rinaldi dengan IPK 3,84 pada peringkat pertama, diikuti Neneng Usfahtun dengan IPK 3,78. Mega Rizalona dengan IPK 3,71, M.Yusuf dengan IPK, 3,69, Fadlurrahmi IPK 3,65.

Kemudian Yunita Febriyanti dengan IPK 3,58, disusul Neneng Anggriani dengan IPK 3,56, Ridwan dengan IPK 3,52, Rika Rukmini dengan IPK 3,51, dan Dian Qadirah dengan IPK 3,49.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *