Pertemuan Komisi II dengan Penangkar Gagal

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kedelai terus bergulir. Untuk menelusuri kasus tersebut, DPRD Kabupaten Bima melalui Komisi II memanggil semua Penangkar dan BPSB TH Kabupaten Bima kemarin. Pemanggilan bertujuan untuk menggali informasi lebih jauh terkait pengadaan bibit senilai Rp.26 Miliar tersebut.

Sejumlah pemuda saat berupaya menggagalkan pertemuan Komisi II dgn Penangkar. Foto: Ady

Sejumlah pemuda saat berupaya menggagalkan pertemuan Komisi II dgn Penangkar. Foto: Ady

Sayangnya, meski semua Penangkar telah hadir tetapi upaya klarifikasi gagal dilakukan. Penyebabnya, sejumlah pemuda yang mengatasnamakan LSM dan Aktivis tiba-tiba datang mendobrak pintu. Mereka meminta pertemuan itu dibatalkan lantaran pihak pengambil kebijakan seperti dinas belum dipanggil.

Setelah mereka berhasil masuk, suasana pertemuan tertutup antara Komisi II dengan Penangkar pun gaduh. Ketegangan kemudian terjadi karena adu mulut antara Anggota Dewan tak bisa dihindari. Pertemuan akhirnya ditunda, Komisi II menyepakati agar pertemuan dengan Penangkar dijadwal kembali.

Pertemuan bahkan telah berlangsung beberapa jam di ruang komisi setempat. Dipimpin Ketua Komisi II, Suryadin didampingi sejumlah anggota lainnya. Namun, apa isi pertemuan itu tak diketahui pasti. Awak media, baru bisa masuk setelah kegaduhan terjadi.

“Pertemuan dengan Penangkar akan kita lakukan kembali setelah kita panggil Dinas Pertanian karena waktunya tak cukup. Hari ini kita minta penjelasan BPSB dulu,” kata Ketua Komisi II, Suryadin.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *