Tayeb : Kalau Bibit Rusak, Tanyakan ke Penangkar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima, M. Tayeb, mengatakan, apabila ada bibit kedelai rusak yang didapat oleh petani, maka disarankan untuk menanyakan langsung ke Penangkar.

Kepala Dinas Pertanian Tanamanan Pangan dan Holtikultura. Foto: Ady

Kepala Dinas Pertanian Tanamanan Pangan dan Holtikultura. Foto: Ady

“Kalau ada bibit rusak, itu bisa ditanyakan kepada penangkar,” kata Tayeb, Rabu (1/6) kemarin saat menghadiri undangan Komisi II DPRD Kabupaten Bima.

Dia menegaskan, benih kedelai dari Penangkar wajib berlabel dan bersertifikasi. Kalau tidak berlabel, maka petani bisa mencari penangkar untuk meminta pertanggungjawaban mereka. Namun, ia menjamin bahwa penangkar yang diakomodir merupakan penangkar senior dan berpengalaman.

Saat ditanya peran Dinas Pertanian dalam pengadaan bibit, Tayeb mengaku dinas hanya menfasilitasi dari sisi tehnis. Diantaranya, secara bersama menetapkan penangkar berkompeten di Bolo dan Madapangga.

“Wilayah penangkar hanya ada di Bolo dan Madapangga. Tidak ada ditempat lain kalau kedelai. Benih itu selanjutnya diadakan oleh penangkar. Mereka memang orang-orang yang bergerak di bidang kedelai,” jelas dia.

Untuk menentukan kualitas benih terangnya, merupakan kewenangan BPSB setelah melakukan pengujian. Kalau persentase tumbuhnya di atas 70 persen maka kualitas bibitnya baik dan itu dicantumkan dalam label biru.

Terkait dengan anggaran pengadaan bibit kedelai diakui Tayeb, semuanya berjumlah Rp.26 Miliar bersumber dari APBN. Mekanisme pencairannya dilakukan dalam tiga tahap, untuk MK 1, MK 2 dan MH. Namun, Ia memastikan hingga saat ini belum ada anggaran yang dicairkan.

“MK 1 masih proses pencairan anggarannya oleh KPKN. Jadi kalau ada yang mengatakan sudah cair, itu informasi keliru,” akunya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Kami simpulkan peryataan kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kab.Bima Bahwa Pertanian lepas tangan terkait persoalan Benih kedelai, Tayeb berbica tentang Theknis, theknis yg bagaiman,,,? Apa tidak ada Theknis pengawasa dan Bimbinga terhadap penangkar atau kelompok tani, kami menduga bahwa peryatan kadis diatas adalah KKN, besar harapan kami kepada pimpinan Redaksi Kahaba.net Kadis karus baca peryataan kami, kami dri LSM ITK Menyampaikan peryataan secara tangung jawab, karna hasil pantauan kami di salah satu KUPT pertanian di wilayah kecamatan,,, adalah penangkar yg trouping benih kadelai di wilayahx berdasarkan petunjuk Kepala Dinas Pertanian ungkapx,,, pertanyaax kenapa kemudian hari ini di salahkan Penangkar,,,? Kemudian ditubuh instansi itu sendiri tidak disalahkan,,, itu hal konyol,, tapi yakin saja kepada yg baca tangkapan ini,,, bahwa kami ITK-Kab.Bima menunggu LPJ ahir tahun,,, tdd,, Korda ITK.

  2. kepala dinas yan bodoh…. bikin malu keluar kamu aja…..kepala yang bego….. kok salah penangkar….. emang kamu tidak sekolah ya jadi PNS kok bisa jadi kepala dinas orang bodoh ini.. harusnya anda masuk TK dulu…. siapa yang memferikasi dan memberikan penilian teknis itu bibit ya anda dasar kepala bodoh dan totol…. kan ada membuat tim dulu untuk penilai layak atau tidaknya bibit… baru bibit itu bisa di terima dan di salurkan…. masukin aja ke penjara ini kepala yang bego dan totol macam ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *