HM Lutfi Sosialisasi 4 Pilar di Kelurahan Ntobo

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPR RI, H Muhammad Lutfi kembali menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Kota Bima, Jum’at (3/6) sore. Sosialisasi kali ini digelar di Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba. Melibatkan masyarakat dua kelurahan, yakni Rite dan Ntobo.

Sosialisasi 4 Pilar HM Lutfi di Ntobo. Foto: Ady

Sosialisasi 4 Pilar HM Lutfi di Ntobo. Foto: Ady

Hadir dalam kegiatan itu Tokoh Agama Kelurahan Ntobo, H Afandi, Lurah Rite dan Ntobo, Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bima, Wahyudin serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dua kelurahan. Sosialisasi ini difasilitasi Subhan Center yang diketuai Politisi Partai Golkar, Subhan M Nor sebagai panitia.

Dalam sambutannya, Subhan M Nor  mengatakan, sosialisasi 4 pilar kebangsaan merupakan agenda rutin DPR RI dan MPR RI yang diamanatkan undang-undang. Tujuannya adalah untuk menanamkan kembali rasa nasionalisme masyarakat yang kini perlahan mulai terkikis.

“Sosialisasi ini memiliki dasar hukum yang jelas. Tentu ini sangat penting, apalagi disampaikan langsung oleh Wakil Rakyat kita Dapil NTB asal Bima. Beliau telah menyempatkan waktu untuk bertatap muka langsung dengan masyarkat disini,” kata Mantan Ketua DPRD Kota Bima ini.

Lurah Ntobo, Syahrir mengapresiasi kehadiran HM Lutfi karena suatu kehormatan Kelurahan Ntobo dikunjungi pejabat negara setingkat Anggota DPR RI memberikan langsung pencerahan kepada masyarakat terkait 4 pilar kebangsaan.

Mantan Kepala Pasar Kota Bima ini pun sempat bernostalgia karena telah mengenal baik HM Lutfi sejak lama. “Semoga kehadiran beliau membawa manfaat bagi kita. Saya tidak ingin masyarakat Ntobo ini buta Pancasila,” ujarnya disambut tawa.

Sementara itu, HM Lutfi dalam sosialisasinya memaparkan kepada masyarakat bahwa sosialisasi 4 pilar kebangsaan merupakan kewajiban konstitusi Anggota DPR RI. Pemahaman terhadap tiang negara tersebut sangatlah penting sebagai manifestasi dalam menumbuhkan semangat cinta tanah air dan jiwa nasionalisme.

Negara manapun kata dia, tidak akan kuat tanpa adanya ideologi. Maka Pancasila merupakan dasar negara kita Indonesia yang sudah final dan mengingkat. Mulai terkikisnya pemahaman terhadap ideologi negara ini, menyebabkan munculnya banyak gerakan separatis yang merongrong keutuhan Negara Indonesia.

Begitu pula UUD 1945 lanjutnya, sebagai konstitusi negara merupakan produk hukum dan aturan dalam menjalankan roda pemerintahan yang harus dijunjung tinggi. Sementara NKRI, merupakan bentuk negara yang telah dipilih dan diperjuangkan para pahlawan dengan penuh pengorbanan.

“Kemudian pengikat kebersamaan kita sebagai masyarakat yang berbudaya, bersuku-suku dan banyak adat istiadat adalah Bhineka Tunggal Ika. Lalu diperkuat lagi Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu  ,” jelas Anggota Komisi VIII ini.

Diakhir sosialisasi, HM Lutfi memberikan bingkisan kepada sejumlah masyarakat berupa alat elektronik rumah tangga. Bingkisan ini didapatkan masyarakat yang beruntung melalui undian nomor. Kepada masyarakat, dibagikan juga buku literatur berkaitan dengan 4 pilar kebangsaan.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *