Apotik Asy-Syifa tidak Punya Tenaga Apoteker

Kota Bima, Kahaba.- Setelah sebelumnya diketahui belum memperpanjang izin HO dan SIUP, ternyata Apotik Asy-Syifa tidak memiliki tenaga apoteker. Padahal dalam PP Nomor 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian, setiap Apotik diwajibkan memiliki tenaga apoteker. (Baca. Apotik Belum Perpanjang Izin, KPPT Tutup Mata)

Apotik Asy-Syifa. Foto: Eric

Apotik Asy-Syifa. Foto: Eric

Kabid Yankes Dikes Kota Bima, Hj. Fitirani juga mengakui Apotik Asy-Syifa belum memiliki tenaga apoteker. Karena tenaga sebelumnya bernama Yuni, telah mengajukan pengundiran diri. Sehingga saat ini, Apotik tersebut belum ada apoteker pengganti.

Secara aturan, kata dia, tenaga apoteker harus dimiliki setiap Apotik. Karena apoteker mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar, seperti pelayanan resep, penyiapan obat, penyerahan obat, informasi obat, konseling hingga monitoring obat.

“Bila Apotik tidak memiliki apoteker, maka akan sangat riskan saat memberikan pelayanan. Sebab tidak ada yang melakukan kontrol dan pengawasan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Kedepan, pihak Dikes akan mendatangi Apotik Asy-Syifa untuk segera melengkapi administrasi pelayanan, dengan menyediakan tenaga apoteker. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

“Dikes akan segera menghimbau dan mengeluarkan surat resmi, bila Apotik tidak memiliki tenaga apoteker, maka pihaknya akan memberikan sanksi berupa pembekuan izin,” tegasnya.

Sementara itu, M. Rizky selaku pemilik Apotik Asy-Syifa yang dimintai klarifikasi terkait pemberitaan tersebut, belum memberikan tanggapan. Saat didatangi di lokasi Apotik, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Salah seorang stafnya meminta agar langsung menghubungi via HP.

Kemudian saat dihubungi via seluler maupun sms, hingga berita ini dinaikkan M. Rizky belum memberikan jawaban.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *