MUI: MTQ Rasanae Barat, Kecelakaan Sejarah

Kota Bima, Kahaba.- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima meminta kepada Pemkot Bima melalui LPTQ Kota Bima, untuk secepatnya melakukan evaluasi hasil Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kecamatan Rasanae Barat. Sebab hasil pelaksanaan lomba tersebut, turut ditunggangi oknum yang tidak bertanggungjawab.

Ketua MUI Kota Bima, HM Saleh Ismail. Foto: Ady

Ketua MUI Kota Bima, HM Saleh Ismail. Foto: Ady

Menurut Ketua MUI Kota Bima, H. Muhammad Saleh Ismail, pelaksanana MTQ Kecamatan Rasanae Barat jauh dari kata berhasil dan sukses, karena adanya oknum yang bermain dan menghalalkan segala cara untuk meraih prestasi.

“MTQ Rasanae Barat itu kecelakaan sejarah. Masalahnya, telah melahirkan gejolak ditingkat masyarakat,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, lomba yang mensyiarkan Agama Islam tersebut mestinya dilaksanakan dengan jujur. Tidak mengendepankan kepentingan pribadi dan golongan, apalagi menghalalkan segala cara guna meraih prestasi.

Jika pelaksanaan MTQ berhasil, tentu seluruh elemen masyarakat dan peserta tidak menyoalkan masalah hasilnya. Lagi pula hasilnya sudah diakui olhe sejumlah panitia dan dewan hakam maupun lurah masing – masing di Kecamatan Rasanae Barat, terjadi nepotisme.

Untuk itu atas nama MUI Kota Bima, meminta kepada pemerintah Kota Bima untuk segera mengevaluasi kinerja ketua LPTQ Rasanae Barat beserta dewan hakam, sehingga tidak akan terjadi polemik dikemudian hari.

“Sikapi dan tindak tegas, kejadian ini memalukan dan tidak boleh terulang kembali,” harapnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *