Subhan: Kasus Studi Banding Sarat Politis

Kota Bima, Kahaba.– Mencuatnya dugaan kasus penyelewengan anggaran perjalanan dinas oleh delapan Anggota DPRD Kota Bima mulai dikaitkan dengan suasana politik menjelang Pemilukada Kota Bima tahun 2013 mendatang. Setelah sebelumnya memilih diam, duta Partai Golkar, Subhan M. Nur, akhirnya angkat bicara dan mengangap masalah studi banding tersebut syarat nuansa politis.

Subhan H. M. Nur, SH

Subhan mengaku. kuatnya tekanan kasus studi banding ini sebagai black campaign atas dirinya yang juga salah satu kandidat kuat sebagai Calon Walikota Bima mendatang. Bahkan dirinya menyayangkan permainan itu sampai menyeret anggota dewan yang lainnya.

”Kenapa harus melibatkan yang lain, kalau mau saya saja yang jadi sasaran,” tegas Subhan sambil mengatakan dirinya sudah siap bila memang dalam perjalanan kariernya  berhadapan dengan intrik seperti yang terjadi saat ini.

Ketika ditanya siapa dibalik semuanya, Subhan enggan mengatakan, dirinya hanya mengisyaratkan bahwa masalah perjalanan dinas untuk kegiatan studi banding tersebut syarat kepentingan politis.

Ketika ditanya yang menggemboskan itu dari dalam internal partai Golkar, Subhan menjawab Tidak mungkin. “Mana mungkin jeruk minum jeruk,” ujar Subhan sambil terseyum. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *