SE Walikota, Ternyata Formalitas Belaka

Kota Bima, Kahaba,– Surat Edaran (SE) Walikota Bima tentang penutupan Rumah Makan (MK) selama bulan ramadhan, teryata tidak seutuhnya diindahkan oleh para pengusaha, buktinya masih saja terdapat sejumlah RM yang beroperasi di siang hari dan menjadi pangkalan bagi sebahagian masyarakat yang tidak berpuasa.

Suasana Rumah Makan Saat Operasi Satuan Pol PP Kota Bima/foto: Buser

Fenomena ini menjadi attensi khusus pihak Pemerintah Kota Bima. Alhasil, operasi penertiban pun dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja, Selasa (7/8). Dari operasi yang digelar, masih marak rumah makan yang menyediakan jasa makan dan minum. Seperti di kawasan Pedagang Kali Lima (PKL) di areal pinggir pagar ASI Mbojo, di Jalan Danataraha, maupun di Pasar Bima dan Raba yang masih saja memperjualkan makanan untuk masyarakat yang tidak berpuasa.

Dari penelusuran yang dilakukan jajaran Satuan Pol PP, ditemukan banyak warga yang ketahuan makan pada sejumlah rumah makan. Nyaris beberapa rumah makan dipenuhi warga yang menyantap makanan dan kebayakan dari mereka rata-rata adalah karyawan swasta.

Kondisi rumah makan sendiri saat dilalui petugas seolah tidak beraktifitas, nampak dari luar terkesan tak berjualan, karena lapak dan tempat dagangan ditutupi tirai yang seolah-olah ditutup. Namun, ketika dimasuki petugas, baru kemudian diketahui adanya pengusaha yang masih tidak mengindakan SE Walikota itu. Mereka terlihat asik-asik saja melahap hidangan di warung dan rumah makan.

Kasat Pol. PP Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M.Pd mengaku, selain melakukan penetiban juga sekaligus memberikan pemahaman kepada para pedagang dan pengelola rumah makan atas penerbitan SE Walikota untuk menutup jualan dan dagangan di siang hari selama bulan ramadhan.

“Jika SE itu tidak diindahkan, maka pembinaan akan dilakukan pada para pengusaha dimaksud.  Bahkan langkah tegas pun akan dilakukan,” tegas Mahfud.

Ia mengakui, dari hasil operasi, sudah mulai ada pemahaman dari para pedagang. Terbukti dari hari ke hari jumlah rumah makan yang masih buka banyak berkurang. Namun, pihaknya akan tetap menggelar operasi termasuk menciduk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beragama Islam bila ditemukan di rumah makan saat siang hari. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *