Polisi Dikeroyok Napi, Rutan Bima Mencekam

Kota Bima, Kahaba,- Suasana Rumah Tahanan (rutan) Bima, Rabu (8/7) mencekam menyusul tersebarnya isu penganiayaan oleh narapidana kepada narapidana lain yang merupakan oknum anggota polisi. Untungnya keributan berhasil dicegah setelah polisi dan petugas rutan berhasil menenangkan kedua belah pihak.

Rutan Bima / Foto:blogspot.com

Dalam insiden ini, seorang oknum polisi yang kini menjalani pembinaan sebagai narapidana yang notabene merupakan seorang mantan anggota Buru Sergap (Buser) Polres Bima-Kota, atas nama Gafur menjadi korban. Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan di lokasi kejadian,  para napi yang selama ini ditangkap dan diuber Gafur semasa aktif menjadi polisi mencoba membalas dendam di dalam tembok penjara.

Pasca menyebarnya isu korban pengeroyokan adalah anggota polisi,  sekitar 30-an anggota Polres Bima-Kota, Rabu (8/8) sekitar pukul 09.00 wita mencoba menggedor pintu Rutan Bima dengan alasan untuk memastikan kondisi rekannya yang ada didalam Rutan. Mendapatkan puluhan polisi berkeliaran di luar rutan memicu amarah para napi yang ada di dalam sehingga sempat akan terjadi kerusuhan namun berhasil diredam oleh petugas Rutan.

Kepala Rutan Bima, Gun Gun Gunawan yang dikonfirmasi Kahaba.info di kantornya membantah adanya aksi pengeroyokan oleh Napi lapi pada anggota polisi. Informasi tersebut sesat hingga memicu kegaduhan di dalam rutan. Kontan saja kata Gun-Gun, kehadiran puluhan polisi memicu amarah napi.

Lanjut Gun-Gun, nyaris akan terjadi baku hantam kalau saja pihaknya bersama petugas lapas tidak berhasil menenangkan para narapidana. Sementara itu oknum polisi yang di isukan dikeroyok napi lain sudah diamankan pada sel khusus dan dipastikan kondisi korban baik-baik saja.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Bima-Kota, AKBP Kumbul KS, SH S.IK membantah adanya korban pengeroyokan dalam rutan bima, apalagi korbannya adalah anggota polisi. Dirinya memastikan kondisi dua personilnya aman. Hanya saja memang saat didalam rutan sempat menghebohkan.

Menurut Kumbul hal tersebut sudah lazim ditemui kalau polisi masuk kedalam Rutan, apalagi menjalani jika ada petugas yang menjalani proses hukum kemudian diteriaki oleh para napi yang notabene sebelumnya pernah ditangkap oleh polisi bersangkutan. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *