HM Syafrudin Apresiasi Deklarasi Anti Terorisme

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPR RI Dapil NTB, H Muhammad Syafrudin (HMS) mengapresiasi kegiatan Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme yang digelar Pemerintah Kota Bima beberapa hari lalu.

Anggota DPR RI HM Syafruddin. Foto: fraksipan.com

Anggota DPR RI HM Syafruddin. Foto: fraksipan.com

Menurut Duta PAN ini, deklarasi tersebut sangat positif karena melibatkan semua komponen masyarakat untuk ambil bagian dan berperan mencegah paham dan tindakan berbahaya tersebut.

“Hal-hal seperti ini yang perlu kita kembangkan. Supaya semua lapisan masyarakat tahu dan melihat bahwa paham radikal tidak boleh ada di daerah yang kita cintai ini,” terangnya.

Namun kata dia, pencegahan radikalisme tidak bisa hanya sebatas deklarasi. Langkah-langkah pendekatan persuasif lainnya juga harus terus dilakukan. Oleh Polri, Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan stakeholder lainnya.

Terkait ada asumsi bahwa deklarasi beberapa hari lalu semakin mempertegas bahwa Bima merupakan sarang teroris, menurutnya asumsi itu terlalu jauh. Ia melihat, deklarasi itu lebih sebagai upaya bersama masyarakat dan pemerintah untuk lebih proaktif mencegah berkembangnya paham radikal di Bima.

“Saya pikir kewajiban, melakukan pendekatan kepada publik. Karena dengan cara seperti ini dapat meminimalisasi hal-hal yang sering kita dengar. Ada komunikasi yang baik, ada langkah persuasif yang tepat untuk dilakukan,” tandasnya.

Apresisasi juga disampaikan Anggota DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra kepada Pemerintah Kota Bima terkait deklarasi tersebut. Menurut dia, Pemerintah Kota Bima sangat antisipatif dalam merespon kasus radikalisme dan terorisme.

“Ini sebuah sikap pemerintah yang baik. Karena belum kita himbau, pemerintah daerah sudah antisipatif. Masyarakat juga dilibatkan dan diminta ikut berperan,” ujarnya.

*Ady  

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *