Ulama Diminta tidak Tutup Mata pada Paham Radikalisme

Kabupaten, Kahaba.- Pimpinan Pondok Pesantren Al Malikin di Desa Pali Kecamatan Woha, H. Fitrah  Malik meminta kepada seluruh Ulama di Bima untuk tidak menutup mata terhadap berkembangnya paham radikalisme dan terorisme.

Ilustrasi Terorisme dan Radikalisme

Ilustrasi Terorisme dan Radikalisme

Ulama sebagai tokoh yang juga berpengaruh di lingkungan masyarakat, diminta untuk lebih berperan meredam tumbuhnya pemahaman radikalisme. Karena jika dibiarkan, maka akan semakin berbahaya.

“Paham radikalisme merupakan paham yang jauh dari aturan Islam. Islam selalu mengajarkan kita untuk saling mengasihi, menolong dan saling melindungi. Bukan saling menyerang dan terpecah,” ujarnya, Senin (25/7) di Kantor Bupati Bima.

Ulama, kata dia, memiki tugas untuk memberikan dan menanam nilai – nilai yang terkandung dalam Agama Islam. Menebar kedamaian agar semua manusia bisa hidup rukun dan damai.

“Jadi saya minta, para Ulama di Bima tidak boleh menutup mata. Karena ulama juga memiliki peran yang penting untuk urusan ini,” katanya.

Menurut dia, lahir dan berkembangnya paham radikalisme di Bima, menunjukan minimnya peran Ulama. Jika Ulama berperan dan peduli, maka paham tersebut tidak bisa tumbuh di Bima.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh elemen, begitu pun Ulama untuk bisa bersama-sama menjaga pemahaman Islam yang sebenarnya. Bila perlu secara rutin menggelar kegiatan penyuluhan tentang bahaya paham radikalisme disetiap wilayah, agar perkembangannya bisa diminimalisir.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *