Polisi Gagalkan Penyelundupan Motor Bodong ke NTT

Kota Bima, Kahaba.- Anggota Patroli Motor (Patmor) Polres Bima Kota menggagalkan penyelundupan 20 unit motor yang diduga bodong dari Dempasar Bali ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/8) sekitar pukul 14.30 Wita,

Anggota Patmor Polres Bima Kota mengawal truk bermuatan motor bodong. Foto: Noval

Anggota Patmor Polres Bima Kota mengawal truk bermuatan motor bodong. Foto: Noval

Kanit Patmor, AIPDA. Gusti Perdata mengungkapkan, Truk Putra Maneka warna orange dengan Nomor Polisi (Nopol) DK 9585 AZ diamankan di seputaran Amahami Kota Bima, saat Patroli keliling.

“Kami membawanya ke Sat Reskrim, karena mereka yang berhak untuk lakukan penyelidikan,” ungkapnya, Kamis (11/8).

Truk beserta supirnya dibawa ke Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bima Kota untuk proses hukum. Karena, 20 unit motor yang diduga kuat tidak memiliki dokumen lengkap alias bodong itu akan diselundupkan ke Provinsi NTT.

“Kami tidak tahu motor tanpa dokumen itu milik siapa. Kami hanya jalankan tugas, urusan penyelidikan, itu urusan penyidik,” ujarnya.

Katanya, Bak Truk yang ditutupi menggunakan tarpal biru itu terlihat buru – buru melintasi jalur Kelurahan Sambina’e. Karena curiga, pihaknya mengejar Truk dan meminta agar supir menepi di jalan.

“Setelah kami minta bak Truknya dibuka, ternyata ada motor,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP. Antonius F. Gea membenarkan adanya Truk yang memuat motor dari Denpasar Bali diamankan, karena diduga tidak miliki dokumen lengkap.

“Kami belum bisa pastikan berapa motor yang tidak lengkap dokumen. Namun pengakuan supir, ada 20 unit motor yang diangkut. Tapi kita akan cek dengan membongkar muatan. Siapa tahu lebih dari 20 unit,” katanya.

Hasil pengecekan sementara, sambungnya, motor yang diamankan motor jenis Blade, Supra dan Revo. Motor-motor ini diduga dari Denpasar Bali , hendak dibawa ke NTT. Motor semua berplat DK.

“Kalau pemiliknya tidak mampu tunjukan dokumen lengkap, kami akan proses. Truknya, sementara kami amankan untuk kepentingan penyelidikan,” tambahnya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *