Juru Parkir Liar di Kota Bima 60 Orang Lebih

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima H. Syahrullah mengaku jumlah juru parkir liar di Kota Bima tidak sedikit. Juru parkir liar justeru lebih banyak dari juru parkir resmi.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Juru parkir resmi sekitar 60 orang. Sementara juru parkir liar lebih dari itu. Juru parkir liar yang kami lihat banyak berada di pasar,” sebutnya, beberapa hari yang lalu kepada Kahaba.net.

Karena banyaknya aktifitas pakir liar di Kota Bima, pihaknya dalam waktu dekat akan mulai mendata. Seperti di Paruga Nae Convention Hall, Lapangan Serasuba dan Pasar Amahami, sekitar akhir bulan Agustus, akan diambil oleh Dishubkominfo.

“Kita juga sudah koordinasi dengan aparat Kepolisian. Polisi siap membantu,” katanya.

Syahrullah menambahkan, tarif parkir untuk Roda dua masih Rp 1000, sementara roda empat Rp 2000. Tarif tersebut berlaku pada lokasi parkir resmi.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. mangerebe

    Tertipkan preman parkir di paruga nae. Lucunya disana tukang parkir saling rebutan duit pada pemilik kendaraan. . setelah dapat hasilnya itu minum di stadion/lap koni. itu lagi di dalam lapangan sera suba. Hanya bermodal pluit. Berdiri di pintu masuk bisa dapat diut. ..sekaligus saran. Kalau bisa taman serasuba di dalamnya di larang aja untuk kendaraan yg masuk. Sayangkn rumputnya…cukuplah jalan kaki aja..

  2. Amirudin

    Untuk juru parkir di kota BIMA ini saya rasa Tidak ada istilah liar atau teratur, inikan salahnya pemkot yang tidak menetapkan Standar terhadap retribusi Parkir, dan tidak ada sanksi Tegas terhadap para penarik parkir, baru bisa dikatakan liar setelah ada fasilitas YG kemudian disiapkan oleh pemkot BIMA. Coba tertibkan semua itu mula dari aturan main, pada hal tiap tahun itu pemkot melakukan lelang terhadap pengelolaan Parkir di sejumlah tenpat di kota BIMA ini. Pada hal Kalau Parkir itu dikelola dengan baik itu bisa menghasilka Emas buat kota BIMA.
    Sekara ada pelelangan pengelolaan Parkir, tetapi Tidak ada fasilitas YGdispiapkan oleh pemerintah, Pertanyaannya, ketika hilang kendaraan seseorang Siapa YG mau ganti Rugi.?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *