Bibit Kedelai dari Dispertanak Banyak yang Gagal Tanam

Kota Bima, Kahaba.- Bibit kedelai yang ditanam sejumlah petani di Kota Bima, banyak gagal tanam. Pasalnya, bibit bantuan tersebut tidak layak tanam dan tidak berkualitas. Kabarnya, banyak petani yang kecewa dengan bantuan bibit kedelai tersebut.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Ridwan. Foto: Bin

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima, Ridwan. Foto: Bin

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kota Bima Ridwan mengakui hal itu, namun hanya sebagian lahan saja, terutama di Rabadompu Barat.

“Kami sudah terima laporan itu dan langsung turun lapangan, kita cek. Hanya sebagian saja yang tidak tumbuh dengan baik. Sementara di lahan lain pertumbuhannya bagus sekali,” ujarnya, Senin (15/8).

Diakuinya, wilayah yang menerima bantuan tersebut di Kelurahan Jatibaru, Rabadompu Barat dan Rabadompu Timur, Kelurahan Mande dan dan Kelurahan Sambinae. Dari hasil pantauannya, di Kelurahan Rabadompu Barat yang pertumbuhannya tidak baik.

“Di Rabadompu Barat hanya beberapa lahan saja, tidak banyak. Tapi di lahan Kelurahan lain bisa tumbuh dengan bagus,” katanya.

Ridwan menjelaskan, penyebab tidak tumbuh dengan baiknya bibit kedelai, terutama di Rabadompu Barat, karena pengaruh alam. Kondisi lahan yang terendam air akibat hujan rutin turun pada bulan Juni dan Juli, menyebabkan bibit banyak yang mati.

“Setelah ditanam, hujan terus menerus turun, kedelai yang sedang tumbuh pun mengalami kerusakan karena terendam air,” jelasnya.

Ditanya apakah pengaruh jenis bibit kedelai yang tidak berkualitas? Ridwan membantah, karena di lahan Kelurahan lain pertumbuhannya baik.

“Ini bukan masalah bibit nya, tapi memang pengaruh alam. Kalau bibit tidak berkualitas, tentu semua lahan tidak akan tumbuh dengan baik,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *