Warga Nungga Bahas Masalah Air dengan Komisi II

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sejumlah perwakilan warga Kelurahan Nungga, Senin (15/8) pagi membahas persoalan air PDAM dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bima. Pertemuan itu menindaklanjuti tuntutan warga setempat pasca sabotase air selama beberapa hari lalu. (Baca. Disabotase Warga Nungga, Air PDAM Macet)

Pertemuan warga Nungga dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bima. Foto: Ady

Pertemuan warga Nungga dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bima. Foto: Ady

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima, H Fachtoni mendampingi warga, Direktur Utama PDAM Bima, H Usman AR dan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bima, Suryadin.

Hanya saja, pertemuan molor selama dua jam lebih dari jadwal. Semestinya dilaksanakan Pukul 09.00 Wita, tetapi diundur hingga Pukul 11.20 Wita. Hal ini disebabkan karena ketidakhadiran Anggota Komisi II. Satu-satunya yang hadir hanya Ketua Komisi II, Suryadin. Padahal, agenda pertemuan itu merupakan perintah Pimpinan DPRD Kabupaten Bima.

“Saya tidak tahu apa alasan anggota lainnya tidak hadir. Cuman memang, kami tidak begitu paham apa susbatansi agenda pertemuan ini,” terang Suryadin.

Kendati demikian, Ia tetap menerima kehadiran warga yang ingin menyampaikan aspirasi persoalan air PDAM. Pertemuan berlangsung singkat di ruang rapat DPRD bagian utara. Tidak ada keputusan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

“Saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena tidak ada anggota lain. Saya mohon waktu untuk membahas secara internal dulu,” tuturnya.

Setelah itu kata Politisi Partai Golkar ini, pertemuan kembali dengan warga baru bisa dilakukan sekitar 10 hari ke depan karena Anggota DPRD dihadapkan dengan agenda reses selama seminggu.

Meski warga sempat ngotot ingin mendapatkan keputusan secepatnya, penjelasan Ketua Komisi II itu akhirnya bisa diterima.

Perwakilan warga, Ahmad Sadikin mengatakan, tuntutan warga masih sama terhadap PDAM Bima. Yakni meminta agar perusahaan daerah itu segera mengganti pipa rusak dengan yang baru, menjamin ketersediaan air bersih bagi warga Nungga dan membebaskan tagihan air.

“Kehadiran kami di DPRD ini ingin mendapatkan solusi terkait tuntutan soal air. Karena PDAM dikelola Pemerintah Kabupaten Bima sementara sumber airnya dari Kota Bima,” tandas dia.

*Ady   

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *