Penyuluh Akui 50 Persen Bibit Kedelai tidak Tumbuh

Kota Bima, Kahaba.- Tidak hanya petani yang mengakui bibit kedelai bantuan dari Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak), tidak bisa tumbuh. Penyuluh di BKP2 Kota Bima juga mengakui hal yang sama. (Baca. Bibit Kedelai di Dispertanak Banyak yang Gagal Tanam)

Kasubbid Peningkatan SDM BKP2 Kota Bima, Muhammad Syahwan. Foto: Noval

Kasubbid Peningkatan SDM BKP2 Kota Bima, Muhammad Syahwan. Foto: Noval

Berdasarkan hasil pentauan penyuluh yang turun langsung ke lahan pertanian, ditemukan memang bibit kedelai tidak bisa tumbuh dengan baik. Petani setempat merasa dirugikan dengan bantuan bibit tersebut.

“Kami sudah menerima laporan penyuluh dan kelompok di lapangan, terutama di Kelurahan Radompu Barat dan Sambinae. Laporannya sudah ditindaklanjuti dengan turun ke lahan. Benar, kondisi bibit kedelai hampir 50 persen tidak tumbuh,” ujar Kasubbid Peningkatan SDM BKP2 Kota Bima, Muhammad Syahwan, Senin (16/8).

Kata Syahwan, stafnya di lapangan yakni penyuluh lapangan sudah melaporkan kondisi tersebut ke Dispertanak Kota Bima. Dinas pun berjanji mengganti bibit tersebut.

“Tapi hingga hari ini petani sudah menanam pakai bibit sendiri, tapi bibit yang dijanjikan untuk diganti tak kunjung tiba di petani,” ungkapnya.

Ia mengakui, kondisi bibit kedelai yang susah tumbuh tidak hanya terjadi sekarang, tapi juga pada tahun tahun sebelumnya. Dirinya pun meminta minta Dinas untuk turun cek lagi dan peduli terhadap kualitas bibit.

“Dinas Pertanian dan Peternakan harus bertanggungjawab terhadap kualitas bibit. Jangan membagi bibit yang tidak berkualitas. Kasihan petani. Kedelai susah tumbuh bukan karena masalah cuaca, tapi masalah kualitas bibit,” tegasnya.

Lucunya lagi, sorot Syahwan, distribusi bibit kedelai tahun ini tidak pernah dikoordinasikan dengan BKP2, selaku badan yang memiliki kewenangan untuk mengontrol dan mengawasi pendistribusian bibit.

“Kami di BKP2 sama sekali tidak diberitahu,” kesalnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *