Narkoba Merajalela, Dishubkominfo Razia Kapal Nelayan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Diduga, pintu masuk Narkotika dan obat – obat terlarang yang merajalela di Bima melalui laut, atau lewat kapal – kapal nelayan di sekitar perairan Sape dan Lambu.

Jajaran Dishubkominfo dan Polisi gelar razia Kapal Nelayan. Foto: Dishubkominfo Kabupaten Bima

Jajaran Dishubkominfo dan Polisi gelar razia Kapal Nelayan. Foto: Dishubkominfo Kabupaten Bima

Mengurangi keberadannya, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bima menggelar Razia kapal – kapal nelayan, sekaligus pengawasan ijin pelayaran bagi kapal – kapal dibawah GT7, Rabu (16/8)

Razia yang dilakukan selama dua hari langsung dipimpin Kabid Perhubungan Laut Ahmad, didampingi Kasubag Program dan Pelaporan Arief Rachman, Kasi Penunjang dan Fasilitas H. Musbah, melibatkan Polisi Air Bripka Ilyas dan Bripka Rafik

“Kami ingin menjadi bagian memberantas peredaran gelap Narkoba dan Psikotropikap,” Kata Ahmad melalui siaran persnya.

Menurut Ahmad, sejak dikeluarkannya SE Menteri Perhubungan Tahun 2012 tentang Peredaran Gelap Narkoba dan Psikotropika di Sektor Transportasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Bima terus melakukan pengawasan. Hanya saja, wilayah laut yang cukup luas pengawasannya, belum bisa dilakukan secara efektif, karena minimnya biaya pengawasan.

Jajaran Dishubkominfo dan Polisi gelar razia Kapal Nelayan. Foto: Dishubkominfo Kabupaten Bima

Jajaran Dishubkominfo dan Polisi gelar razia Kapal Nelayan. Foto: Dishubkominfo Kabupaten Bima

“Kami berharap tahun depan anggaran pengawasan laut dan patroli bersama dapat dinaikan,” pinta Ahmad

Sementara itu, Bripka Ilyas dari Polisi Air menekankan agar para nelayan jangan pernah sekali – kali membawa Narkotika dan obat terlarang termasuk melakukan pengeboman di perairan Sape dan Laut

“Kalau kami temukan, kami tidak segan – segan melakukan penangkapan dan kami akan sita Kapalnya,” tegas Illyas.

Dia berharap, pengawasan tetap rutin dilakukan bersama instansi terkait, untuk menekan angka peredaran Narkotika dan Psikotropika termasuk menurunkan kasus pengeboman ikan.

Hasil pengawasan diperoleh data dari 20 kapal nelayan yang dilakukan Razia 9 kapal tidak memiliki Pas Kecil dan Pas Besar, 5 Kapal ijinnya sudah kadaluarsa dan 1 kapal tidak layak beroperasi.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *