Walikota Bima dan Pejabat Jenguk Syahrullah

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima dan pejabat, Jumat (19/8) mendatangi Rutan Bima. kedatangan Kepala Daerah dan jajarannya itu untuk menjenguk Kepala Dishubkominfo Kota Bima, yang kemarin ditahan oleh Kejaksaan Negeri Bima. (Baca. Kepala Dishubkominfo Kota Bima, Syahrullah Ditahan Jaksa)

Kepala Rutan Bima A. Khalik saat diwawancara Kahaba.net. Foto: Ady

Kepala Rutan Bima A. Khalik saat diwawancara Kahaba.net. Foto: Ady

Kepala Rutan Bima, A. Khalik mengakui, Walikota Bima dan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bima datang ke Rutan Bima, silahturahim dengan H. Syahrullah.

“Tadi Walikota Bima dan pejabat datang sekitar pukul 14.00 Wita. Bertemu dengan H. Syahrullah dan berbincang – bincang,” ujarnya di halaman depan Rutan Bima.

Diakui Khalik, saat pertemuan di ruangannya tersebut, Walikota meminta agar Syahrullah bersabar menghadapi cobaan. Karena semua orang pasti akan menerima ujian dan cobaan dengan cara yang berbeda beda. (Baca. Walikota Bima Akan Tunjuk Plh. Kepala Dishubkominfo)

“Pertemuan tadi sekitar 15 menit. Semua ngobrol langsung dengan H. Syahrullah di ruang kerja saya,” katanya.

Ditanya kondisi mantan Asisten I Setda Kota Bima itu, Khalik mengaku kondisi terlihat sangat sehat dan baik baik saja.

Dia menambahkan, Syahrullah mulai ditahan kemarin. Sekitar 17.30 tiba di Rutan Bima. Sementara sampai kapan Syahrullah dititip ri Rutan Bima, dirinya menunggu surat dari Kejaksaan Negeri Raba Bima.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. yang patut di tunggu adalah….. kesaksian walikota dan istri walikota yang memberikan ke saksian pada kasus sahrullah…. apa mereka akan hadir di pengadilan nanti itu yang sangat di tunggu oleh masyarakat???? jangan jeguk aja di penjara tapi kesaksian yang paling ditunggu.. mengkin akan meringgan kasus sahrullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *