Nekad Ikut Aksi, Ibu Hamil Asal Oi Katupa Muntah Darah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sri Wahyuningsih (25) warga Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora yang diketahui sedang hamil terpaksa dilarikan ke RSUD Bima, Jum’at (26/8) sekitar Pukul 03.00 Wita. Kondisinya drop hingga muntah darah, lantaran nekad mengikuti aksi long march ke Kantor DPRD Kabupaten Bima untuk menuntut PT Sanggar Agro.

Warga Oi Katupa saat tidur dibawah pohon halaman Kantor DPRD Kabupaten Bima. Foto: Deno

Warga Oi Katupa saat tidur dibawah pohon halaman Kantor DPRD Kabupaten Bima. Foto: Deno

Kondisi kesehatan Sri menurun drastis karena ikut menginap bersama warga dan massa aksi lainnya di halaman Kantor DPRD setempat. Hal itu disebabkan kondisi tempat tidur tanpa alas, makan tidak teratur dan terkena angin selama dua hari terakhir.

Humas Aksi Gerakan Penegakkan Pasal 33 UUD 1945 (GNP), M Amin mengatakan, Sri mengalami muntah darah karena tidur beralaskan tarpal tipis saja. Ditambah lagi tidak ada tenda penutup tempat tidur sehingga terkena angin dan embun.

“Kondisi tidur di lapangan tanpa alas tidur dan atap membuat Sri dan masa aksi lainnya mengalami gangguan kesehatan. Sri kemudian segera kami larikan ke RSUD Bima untuk mendapatkan perawatan intensif,” kata M. Amin kepada media ini.

Selama warga menginap untuk menyampaikan aspirasi kata dia, tidak ada perhatian sedikitpun dari Pemerintah Kabupaten Bima dan DPRD.

“”Tidak apa-apa pemerintah tidak bisa menunjukan sikap kepedulianya, yang terpenting bisa memberikan hasil yang positif terhadap tuntutan GNP, ” tandas pria yang akrab disapa Jeggo ini.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *