Ormas Islam Kota Bima Bahas Masalah Keummatan

Kota Bima, Kahaba.- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima kembali memfasilitasi pertemuan Tokoh Ormas Islam Kota Bima. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor FKUB Kota Bima, Senin (29/8) siang.

Pertemuan Ormas Islam. Foto: Ady

Pertemuan Ormas Islam. Foto: Ady

Agenda ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya sebagai upaya untuk meningkatkan sinergisitas Ormas Islam dalam menangani masalah keummatan. Dihadiri Ormas Muhammadiyah, NU, Persis, JAT, Ormas Perempuan Islam, Brigade Masjid, MUI, Pimpinan Ponpes, para Muballigh, Bagian Kesra, ditambah TNI dan Polri.

Dalam pertemuan kali ini, sejumlah persoalan penting di Kota Bima dibahas bersama. Selain masalah sosial dan kamtibmas, isu radikalisme dan terorisme adalah yang paling mengemuka. Sejumlah Tokoh Islam secara bergantian memberikan pandangan terkait paham berbahaya tersebut.

Pandangan terkait masalah tersebut, antara lain disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Imam Syafi’i Kota Bima, Ustad Fu’ad. Kemudian penulis buku tentang radikalisme, Ustad Sudirman H Makka, Tokoh Persis, H Ajrun Sulaiman, Muallaf yang kini menjadi Mubaligh, Ustad Mushab, maupun perwakilan JAT, Ustad Gunawan.

Pada intinya, semua Tokoh Islam sepakat bahwa radikalisme dan terorisme harus dilawan karena menciderai ajaran Islam. Selain itu, juga sepakat semua Ormas Islam harus bersatu untuk melawan pengaruh paham tersebut.

“Pertemuan ini juga merupakan bentuk tindaklanjut dari deklarasi anti radikalisme dan terorisme yang digelar bersama dengan Pemerintah Kota Bima beberapa waktu lalu,” jelas Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar.

Rencananya, pertemuan serupa akan digelar kembali dalam waktu dekat dan dijadikan agenda rutin para peserta yang hadir. Dari pertemuan seperti ini, diharapkan lahir kesamaan persepsi ummat Islam Kota Bima untuk bersatu menanggulangi radikalisme dan persoalan sosial lainnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *