Protes Pembangunan Gereja, Pemerintah Cari Cara Terbaik

Kota Bima, Kahaba.- FKUB Kota Bima telah menyikapi protes warga terkait renovasi Gereja Santo Yusuf di Kelurahan Rabangodu Selatan. Namun, pertemuan yang melahirkan dua poin itu pun tak menemukan solusi.

Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin. Foto: Eric

Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin. Foto: Eric

Menindaklanjuti rencana pertemuan tersebut, Wakil Walikota Bima, H. Arahman H. Abidin mengatakan, pemerintah akan segera menggelar rapat lebih dulu, agar semua persoalan bisa diurai dan dicarikan solusi terbaik.

“Paling tidak, kita cari yang terbaik, terbaik untuk semua pihak. Terbaik untuk masyarakat, maupun pihak gereja,” ujarnya, Selasa (30/9).

Menurut orang nomor dua di Kota Bima itu, masalah protes pembangunan ibadah cukup sensitif. Maka, menyelesaikannya pun perlu cara yang tidak gegabah. Agar keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak.

Sebelumnya, dua poin dari hasil pertemuan yang difasilitasi FKUB yakni pertama, gereja direnovasi dua lantai. Lantai 1 digunakan beribadah dan lantai 2 untuk pendidikan pelajar. Kedua, gereja hanya boleh melakukan perluasan saja tanpa lantai dua.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *