STIKES Yahya Bima Wisuda 106 Mahasiswa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Yahya Bima menggelar rapat senat dalam rangka wisuda sarjana 106 orang angkatan V tahun 2015/2016. Kegiatan yang digelar di Convention Hall Paruga Nae Kota Bima, Rabu (31/8) turut dihadiri Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri.

Acara Wisuda STIKES Yahya Bima. Foto: Hum

Acara Wisuda STIKES Yahya Bima. Foto: Hum

Ketua STIKES Yahya Bima, Yahya dalam pengantar mengatakan wisuda yang digelar kali ini merupakan kegiatan yang kelima. Sementara jumlah wisudawan dan wisudawati sebanyak 106 orang, yang berasal dari jurusan D3 Kebidanan sebanyak 33 orang dan jurusan S1 Keperawatan sebanyak 73 orang.

“Kegiatan yang digelar ini juga dalam rangka mencetak para wisudawan dan wisudawati khususnya yang bertitel sarjana keperawatan dan kebidanan,” ujarnya.

Yahya berharap kepada wisudawan dan wisudawati, agar bisa menjadi bidan dan perawat yang profesional. Tidak hanya itu, juga memiliki berakhlak mulia ketika berada ditengah masyarakat.

“Selamat kepada semua yang telah diwisuda. Saya harapkan, kalian bisa bekerja secara profesional. Saat ini masyarakat menunggu pelayanan terbaik dan pengabdian kalian,” katanya.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri dalam arahan menyampaikan, keberhasilan yang diraih para wisudawan dan wisudawati menamatkan STIKES Yahya Bima tidak datang dengan sendirinya, tetapi melalui proses kerja keras, dan penerapan manajemen pendidikan modern di STIKES Yahya dalam menempa calon bidan dan tenaga keperawatan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah menaruh harapan besar, saat ini dan di masa mendatang, STIKES Yahya akan makin melebarkan sayapnya dan memantapkan peran dalam menciptakan sumberdaya manusia tenaga kesehatan yang dapat diandalkan baik di Bima maupun di daerah lainnya.

Bupati Bima saat memberikan sambutan pada acara wisuda STIKES Yahya. Foto: Hum

Bupati Bima saat memberikan sambutan pada acara wisuda STIKES Yahya. Foto: Hum

“Disamping itu, peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, guna mewujudkan daerah Kabupaten Bima yang Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal (RAMAH),” paparnya.

Bagi pemerintah daerah, sambungnya, bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas yang terus menjadi titik berat pembangunan dan secara khusus dijabarkan pada visi Kabupaten Bima yang RAMAH, yaitu mewujudkan pemerintah dan masyarakat yang unggul, berdaya saing dan handal dalam era globalisasi.

“Untuk menciptakan itu, maka lembaga  pendidikan tinggi seperti STIKES Yahya sangat diharapkan mendidik dan melahirkan tenaga kesehatan yang berkualitas,” inginnya.

Pada kesmepata itu Bupati juga berharap kepada para wisudawan dan wisudawati agar jangan cepat berpuas diri atas apa yang diraih, karena tantangan dibidang kesehatan akan makin berat dan kompleks, dan membutuhkan kerja keras, keuletan, semangat untuk maju dan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan daerah.

Farouk Muhammad saat memberikan selamat pada wisudawati terbaik. Foto: Hum

Farouk Muhammad saat memberikan selamat pada wisudawati terbaik. Foto: Hum

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dalam orasi ilmiah memaparkan, kesehatan merupakan salah satu bentuk kebutuhan dasar manusia, sekaligus Hak Asasi Manusia. Oleh Karena itu, hak atas kesehatan dijamin dan diatur oleh berbagai instrument aturan hukum, baik pada tataran Nasional maupun tataran Internasional yang merusmuskan kesehatan sebagai hak individu.

“Dalam memberikan pelayanan kesehatan, pemerintah telah merancang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dalam sistem ini terdapat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dirumuskan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas,” jelasnya.

Dalam rangka upaya mewujudkan Indonesia sehat, lanjut Jenderal itu, pembangunan kesehatan yang dicnangkan pemerintah Indonesia sejak tahun 2005 hingga 2025 lebih diarahkan pada peningkatan upaya promotif dan preventif sebagai pilar utama dalam upaya pembangunan kesehatan.

Maka dari itu, dalam mewujudkan Indonesia sehat, para tenaga kesehatan diharapkan menjadi agen sosialisasi, yang mampu melaksanakan upaya kesehatan promotif dan preventif dengan menanamkan nilai – nilai mengenai hidup sehat, terutama berbasis komunitas melalui pendekatan keluarga.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *