Ada Temuan Kementerian, Pengadaan Bibit Bawang Merah Ditender Ulang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima, M. Tayeb mengakui keputusan tender ulang pengadaan bibit bawang merah tahun 2016, disebabkan karena adanya pengaduan dari PT yang juga mengikuti tender dan temuan Dirjen Kementerian Pertanian RI.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima Tayeb saat pimpin apel pagi. Foto: Noval

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima Tayeb saat pimpin apel pagi. Foto: Noval

Tayeb mengungkapkan, hasil temuan Kementerian itu diantaranya obat-obatan yang dimasukkan dalam kontrak sudah kadarluarsa. Sehingga pihaknya, tidak ingin menandatangani kontrak pengadaan bibit bawang merah tersebut.

”Ditender ulang pengadaan bibit itu, bukan atas dasar kemauan kami. Tetapi karena surat perintah resmi dari Kementerian agar segera ditender ulang,” ungkap Tayeb, Kamis (1/9) di kantornya.

Untuk waktu tender, katanya, paling lambat akan dilaksanakan pekan depan. Mengingat kebutuhan masyarakat petani bawang merah sudah mendesak untuk segera dinanam.

”Kita tengah proses, paling lambat dua pekan kedepan bibit sudah bisa diberikan ke petani,” katanya.

Ditanya soal sorotan dewan terkait lambannya pembagian bibit hingga meminta agar ditunda pengadaannya, Tayeb mengaku, ada kebiasaan petani bawang merah di Kabupaten Bima jika menanam bawang tidak bersamaan dengan petani bawang di daerah lain. Kebiasaan tersebut tentu akan lebih menguntungkan petani di Bima, karena nanti harga bawang akan naik.

Justru sambung Tayeb, ketika petani menanam bawang pada bulan September, akan lebih baik. lagi pula, belum ada hujan yang turun. Ada lokasi-lokasi tertentu untuk petani tanam bawang merah pada September itu.

”Seperti di Monta Dalam, Desa Sai dan Desa Sampungu masih dimungkinkan,” sebutnya.

Harapan pemerintah pusat, Bima adalah penyangga stok bawang merah di Indonesia. Kalau itu bisa didorong dan diwujudkan, maka Bima berada pada level Nasional. Sehingga, Pemerintah Pusat tidak tanggung-tanggung memberikan bantuan lebih banyak untuk Kabupaten Bima kedepan.

Terkait masukan Dewan soal melakukan verifikasi ulang terhadap kelompok tani, akan Dinas Pertanian lakukan. Dirinya pun, tidak akan memberikan bibit pada kelompok tani, jika memang sudah tanam atau diketahui orang-orang berada.

”Ini masukan yang sangat baik, kami akan segera tindaklanjuti,” katanya lagi.

Tayeb menambahkan, jika pihak Dewan menilai atau menuding pihaknya tidak serius jalankan tugas. Ia membantah, karena apa yang dilakukan selama ini sangat cukup baik.

”Kepentingan masyarakat adalah tujuan utama kami, kalau dikatakan kami tidak serius jalankan tugas, saya rasa itu salah besar,” tambahnya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *