Nandar: Pembangunan Lapak PKL, Disorientasi

Kota Bima, Kahaba.- Ketua Persatuan Sepak Bola Kota Bima (Persekobi), Aris Munandar menilai pembangunan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lapangan Pahlawan Raba menunjukan tidak jelasnya arah pembangunan Kota Bima saat ini.

Ilustrasi

Ditemui di kediamannya, Nandar sangat menyayangkan pembangunan oleh Pemkot Bima yang mengorbankan kepentingan sosial lainnya. Saat ini, dengan di bangunnya lapak PKL di lapangan pahlawan yang juga merupakan icon sejarah dan sarana kegiatan sosial maupun olahraga masyarakat adalah langkah yang disorientasi dalam melaksanakan konsep pembangunan. Apalagi lapangan tersebut adalah satu-satunya lapangan yang dibanggakan di bagian timur Kota Bima.

Menurutnya, salah satu lapangan yang dimiliki warga timur Kota Bima hanyalah lapangan Pahlawan sebagai tempat berlatih dan bermain. Kalaupun kini telah beralih fungsi untuk PKL tentunya jangan salahkan warga bila kemudian muncul keributan. Harusnya menurut Nandar, sebelum dibangunnya lapak-lapak tersebut pemerintah berkoordinasi dengan warga sekitar dan berbagai pihak yang berkepentingan.

Diakui Nandar, pihaknya bukanya tidak menegur saat awal pembangunan, yang diketahui warga dan pihaknya bahwa pembangunan tersebut adalah pembangunan parit yang mengelilingi lapangan, bukan lapak bagi PKL yang kemudian di pungut biaya dan retribusi.

Dirinyapun mempertayakan fungsi kontrol pejabat pada Dinas Tata Kota dan Perumahan serta pejabat Badan Perencanaan Pembangunan (Bapeda) Kota Bima selaku perencana pembangunan kota yang tidak mengkaji dari berbagai perspektif dalam pembangunan proyek lapak tersebut.

”Kok lapangan jadi arena berdagang,” sindir Nandar. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *