Excavator DKP Akhirnya Dievakuasi

Kota Bima, Kahaba.- Setelah sekitar sebulan tenggelam disekitar Pantai Amahami, excavator milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bima berhasil ditarik keluar dengan alat excavator milik DKP Kabupaten Bima dan PU Provinsi NTB. (Baca. Excavator DKP yang Disewa Tenggelam di Pantai Amahami)

Excavator saat dievakuasi. Foto: Eric

Excavator saat dievakuasi. Foto: Eric

“Proses evakuasi hingga dua hari, cukup rumit dan melelahkan. Tapi berkat kesabaran dan kesabaran aset yang bernilai Rp 1,3 miliar tersebut berhasil ditarik keluar areal tambak. Sementara alat berat disimpan di TPI Kelurahan Tanjung,” ujar Kasi Infrastruktur perikanan dan kelautan DKP Kota Bima, Gufran Jumat (2/9).

Ia menjelaskan, proses evakuasi berjalan lama, karena telah berusaha maksimal dengan meminjam alat yang dimiliki dinas PU, Tukad Mas, DKPP hingga Workshop, tapi tidak berhasil. Berbagai macam cara pun telah dilakukan, seperti sistem floothing, genshet, pompa air, penyedot lumpur bahkan memakai dam (hidrolik) dengan kekuatan 500 ton, juga tidak berhasil.

Agar bisa digunakan lagi, karena bagian dari penghasil PAD DKP, sambungnya, dalam waktu dekat tim akan melakukan evaluasi dan pemeriksaan excavator. Agar setiap bagian yang rusak bisa diperbaiki.

“Sudah ada anggaran pemiliharaan Rp 10 juta per tahunnya, jadi akan tetapo diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, pihak penyewa alat berat tersebut M. Salahuddin mengaku tidak bisa menghindari musibah. Karena baru dipakai, untuk keperluan optimalisasi tambak dengan budidaya ikan bandeng.

“Ini musibah bagi saya, excavator yang dipakai menyewa perbaikan tambak seluas 1.872 meter persegi tenggelam setelah berada dalam lumpur. Padahal saya sudah mengeluarkan uang jutaan untuk memperbaiki tambak,” tuturnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *