Dari Tambora, Lakpesdam NU Mataram Belajar Inklusi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keberhasilan Lakpesdam NU Kabupaten Bima membangun inklusi sosial di Lereng Tambora Desa Oi Bura, menarik keinginan Tim Program Lakpesdam NU Mataram untuk bertukar ilmu dan pengalaman.

Lakpesdam NU Mataram saat dengan warga Oi Bura di Lereng Tambora. Foto: Ady

Lakpesdam NU Mataram saat dengan warga Oi Bura di Lereng Tambora. Foto: Ady

Akhir pekan kemarin, sebanyak 15 orang rombongan Lakpesdam NU Mataram bertandang di desa multi etnis tersebut. Mereka terdiri dari Tim Program Peduli, Kader Damai dan warga penerima manfaat.

Ketua Tim Program Peduli Lakpesdam NU Mataram, Jayadin mengatakan, kehadirannya bersama rombongan adalah untuk melihat dari dekat praktik inklusi sosial di Oi Bura. Dengan harapan praktik-praktik baik tersebut dapat menjadi inspirasi dan ditularkan oleh penerima manfaat dan kader damai di Mataram. Sebagai upaya merajut dan membangun kehidupan yang damai dan toleran di tempat mereka masing-masing.

Tujuan kunjungan Cross Learning itu kata dia, ingin mengetahui dinamika sosial yang terjadi selama ini di Oi Bura, ingin mengetahui apa saja bentuk praktik inklusi sosial yang terjadi di Oi Bura. Serta ingin mengetahui model dan strategi pendekatan yang dilakukan Lakpesdam NU Kabupaten Bima dalam mendorong inklusi sosial di masyarakat Oi Bura.

“Dalam catatan dan informasi yang kami dapat, Lakpesdam NU Bima termasuk cabang yang berhasil mendorong terciptanya inklusi sosial antara masyarakat Hindu dan Muslim. Itulah yang mendorong kami kesini,” kata dia.

Jayadin mengaku, meski hanya sebentar berkunjung pihaknya mendapatkan banyak cerita, pengalaman dan ilmu berharga dari warga Oi Bura. Pemaparan dari Ketua DPD, tokoh perempuan dan tokoh Hindu Oi Bura memberi banyak inspirasi. Terutama soal praktek-praktek baik dalam upaya membangun inklusi sosial di Oi Bura.

Menurutnya, kendati warga Oi Bura hidup dengan segala keterbatasan dan pelayanan publik, tetapi semangat mereka untuk terus maju dalam keberagaman patut diapresiasi. Karenanya, praktek inklusi sosial dari warga Oi Bura ini akan menjadi inspirasi untuk membangun kehidupan yang damai di desa dampingan Lakpesdam NU Mataram.

“Kunjungan Lakpesdam NU Mataram ini pula, tidak hanya sekedar bertukar informasi dan pengalaman. InshaAllah ke depan akan menjadi upaya untuk membangun strategi dan sinergi dengan Lakpesdam NU Bima dalam menjalankan kegiatan dan program berikutnya,” tutur dia.

Sementara itu, Tim Program Lakpesdam NU Bima, Abdul Haris menyambut baik kehadiran rombongan dari Lakpesdam NU Mataram. Pihaknya juga mendapat banyak informasi dan pengalaman dalam menangani program dari Lakpesdam NU Mataram.

“Cross Learning seperti ini juga sangat penting bagi kami. Kami sepakat dengan Lakpesdam NU Mataram, strategi dan sinergi dalam berbagai hal harus dibangun ke depan,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *