Wildan Doa Syukuran Untuk Para Dermawan

Kabupaten Bima, Kahaba.- M. Wildan (1) Penderita Hydrocephalus anak ke 3 dari Pasutri Abdullah (41) dan Misbah (39) yang pernah diberikan bantuan Pendampingan kemanusiaan oleh TRC PA, Ayesha Foundation dan Relawan Kemanusiaan Babuju di RSUP NTB pada Juni hingga Juli lalu dinyatakan sembuh oleh pihak RSUP NTB.

Wildan bersama keluarga besarnya saat doa syukuran. Foto: Komunitas Babuju

Wildan bersama keluarga besarnya saat doa syukuran. Foto: Komunitas Babuju

Bahkan, diakui kondisi Wildan kini semakin membaik. Kepalanya pun ada perubahan dibandingkan sebelum dirawat di RSUP NTB.

“Kepala Wildan makin ringan sepulang perawatan dan penanganan medis di RSUP NTB,” ungkap Abdullah, di rumahnya di Desa Rupe, Minggu siang (4/9).

Abdullah mengatakan, doa syukuran ini adalah najar nya, jika Wildan sembuh dan berumur panjang.

“Doa Syukuran ini memang sudah menjadi najar saya sejak di Mataram untuk para donatur dan orang-orang yang sudah membantu selama ini,” jelasnya.

Ibu Wildan, Misbah, sempat menyeka air mata saat ditanya kondisi Wildan pasca ditangani di RSUD NTB. Dirinya mengaku tidak tahu bagaimana mengungkapkan terima kasih kami atas segala bantuan orang-orang yang tak dikenalnya. Baik yang datang ke RSUP NTB maupun yang menyampaikan melalui telepon dan melalui teman-teman Babuju.

“Hanya dengan cara mendoakan melalui doa syukuran inilah kami ungkapkan terima kasih itu,” tuturnya haru.

Keluarga Besar Wildan di Desa Rupe Langgudu menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas segala bantuan dan doa hingga Wildan sembuh dan nampak ceria seperti saat ini.

Doa kecil-kecilan dengan menyembelih kambing dan dihadiri oleh puluhan warga Rupe baik keluarga maupun tetangga dilaksanakan dengan Hikmah dan Khusuk untuk kesembuhan Wildan, para donatur dan orang-orang yang telah membantu selama ini.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *