Kasus Oi Katupa, Bupati Bima : Tim Sedang Bekerja!

Kabupaten Bima, Kahaba.- Penyelesaian sengketa lahan antara warga Desa Oi Katupa dengan PT Sanggar Agro Karya Persada (SAKP) hingga kini belum menemukan kejelasan. Puluhan warga masih bertahan menunggu keputusan dari pemerintah di Halaman Eks Kantor Bupati Bima.

Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri menyampaikan sambutan saat aSertijab Jabatan Bupati Bima. Foto: Bin

Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri menyampaikan sambutan saat aSertijab Jabatan Bupati Bima. Foto: Bin

Menanggapi hal ini, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa Tim Investigasi gabungan dari eksekutif dan legislatif masih bekerja. Belum sampai pada kesimpulan sebagai solusi akhir dari tuntutan warga Oi Katupa.

Mengenai penyerahan lahan seluas 300 hektar oleh PT SAKP kata Bupati, memang sudah lama disiapkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima. Hanya saja, Pemerintah Desa Oi Katupa belum menerima.

“Penyerahan itu kan oleh BPN. Mereka yang memetakan mana untuk permukiman, pelepasan ternak dan sebagainya,” jelas Umi Dinda usai menghadiri Sidang Paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Bima, Senin (5/9) siang.

Saat ini menurut Bupati Bima, keputusan itu tergantung pada Pemerintah Desa Oi Katupa apakah mau menerima rencana penyerahan lahan tersebut atau tidak.

Disinggung soal puluhan warga Oi Katupa yang masih bertahan, Bupati mengaku sudah mengutus Camat Tambora untuk membangun komunikasi dengan warga. Hasil komunikasi itu telah diminta untuk disampaikan kepadanya.

“Koordinasi akan dilakukan secara berjenjang. Camat dulu memanggil Kades, kalau memang tidak ada (diindahkan, red) maka Bupati nanti yang akan bersurat,” terangnya.

Sejauh ini sambungnya, BPMDes juga menyurati karena Kades Oi Katupa diketahui sudah lama meninggalkan tugas. Sementara terkait kondisi kesehatan dan anak-anak maupun warga, pihaknya telah menginstruksikan kepada tim medis untuk turun ke lokasi mengecek langsung kesehatan mereka.

“Sebenarnya kita juga menanyakan, kepentingan mereka untuk terus bertahan itu apa. Sedangkan tim sedang bekerja. Nanti biar ada laporan dari Camat dulu,” tuturnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *