Kepala Dishubkominfo Semprot Petugas Jembatan Timbang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bima Zunaidin marah besar saat Sidak di Jembatan Timbang di Desa Mada Wau Kecamatan Madapangga, Selasa (6/9) siang.

Zunaidin saat Sidak di Jembatan Timbang. Foto: Dishubkominfo Kab. Bima

Zunaidin saat Sidak di Jembatan Timbang. Foto: Dishubkominfo Kab. Bima

Pasalnya, Ia tidak melihat pegawai UPT. Jembatan Timbang. Dari dari 12 orang Petugas Jembatan Timbang, yang berada dilokasi hanya 2 – 3 orang.

“Kemana semua petugas jembatan timbang, ini belum jam pulang. Bagaimana bisa melaksanakan tugas dengan baik kalau sering bolos,” kesal Zunaidin.

Saat itu, pria berkumis itu langsung menuju ruangan administrasi dan memeriksa buku registrasi. Ia masih menggerutu bagaimana bisa meningkat PAD dari Jembatan Timbang kalau pegawai semua malas.

Diakui Zunaidin, sampai bulan September Triwulan ketiga baru mencapai 36,96 persen atau sebesar Rp 29.575.000. Kalau dibandingkan tahun lalu, di bulan yang sama mencapai 42,5 persen.

Pria yang didampingi Kasubag Program dan Pelaporan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bima Arief Rachman itu menuturkan, pemasukan PAD harus mencapai target. Jangan sampai dirinya temukan terjadi pungutan liar di Jembatan Timbang.

“PAD sedikit tapi dikantong petugas banyak. Itu namanya pungli,” tegasnya.

Pemerintah melalui APBD TA.2016 telah membangun gudang di jembatan timbang. Jika terjadi kelebihan muatan barang, segera dilakukan penahanan. Jangan sampai ada kongkalikong dengan pemilik barang

“?sudah tau kelebihan muatan barang tetap dilolosin, ini sama saja merugikan negara. Pungli sogokan hanya dua puluhan ribu, tidak sebanding dengan kerusakan fasilitas jalan akibat kelebihan muatan penumpang,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *