Kepala SMAN 1 Wawo Didesak Mundur

Kabupaten Bima, Kahaba.- Belasan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Kecamatan Wawo, menggelar aksi di depan SMAN 1 Wawo, Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wawo dan Kantor Camat Wawo,  Rabu (7/9). Dalam aksinya massa mendesak Kepala SMAN 1 Wawo mundur dari jabatannya.

Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Kecamatan Wawo saat menggelar aksi.

Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Kecamatan Wawo saat menggelar aksi.

Korlap aksi, Ahmadin dalam orasinya menilai Kepala SMAN 1 Wawo Muhtar gagal menjadi kepala sekolah yang baik. Selama memimpin, sejumlah persoalan kerap kali muncul.

“Kasus tawuran antar siswa, tawuran siswa dan masyarakat sering terjadi di sekolah ini. Kami menilai ini karena adanya pembiaran dan ketidakmampuan Muhtar memimpin sekolah,” sorotnya.

Tidak hanya itu, Ahmadin menyebutkan, siswa putus sekolah karena hamil di luar nikah juga menjadi catatan buruk dalam kepemimpinan Muhtar.

Oleh karena itu, mereka meminta kepada bapak Camat Wawo dan KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Wawo untuk merekomendasikan kepada  Bupati Bima agar Kepala SMA 1 Wawo dicopot dari jabatanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Wawo, Muhtar yang dimintai tanggapan mengatakan, tuntutan yang disampaikan massa aksi tidak berdasar. Isu yang dibawa justeru tidak ada kaitan dengan kinerjanya.

Untuk masalah tawuran, kata dia, Itu bukan tawuran, tapi terjadi pemukulan oleh salah seorang siswa kepada siswa lain. Sementara putus sekolah dan hamil diluar nikah, tidak hanya terjadi di sekolahnya, tapi juga di sekolah lain.

“Jangankan SMA, di SMP juga ada kasus semacam itu,” ungkapnya.

Muhtar mengakui, tahun ini muridnya tidak ada yang menikah dan putus sekolah. Tahun sebelumnya, seperti tahun 2015 sebanyak dua orang, dan tahun 2014 sebanyak tiga orang,

“Tapi tetap tidak ada kaitan dengan saya,” elaknya.

Ia menyayangkan aksi yang terkesan subyektif tersebut. Sebab, sekolah yang sudah dibina beberapa tahun terakhir menunjukan perubahan yang signifikan. Seperti, perubahan fisik sekolah, angka kelulusan yang banyak diterima di Pergurun Tinggi dan sejumlah prestasi guru.

Ditanya mengenai desakan dirinya mundur, Muhtar menjawab, dirinya hanya melaksanakan amanah sesuai SK Bupati. Semasih amanah itu melekat, ia pun harus wajib dilaksanakannya dengan baik.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *