Lumpuh Sejak Kecil, Remaja 14 Tahun Ini Ingin Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Masa kecil dan remaja sangat penuh dengan keceriaan, bersekolah dan bermain bersama teman sebaya. Namun, tak semua anak menikmati masa-masa indah itu. Nasib tak beruntung itu seperti dirasakan M Nur Rizki (14) asal RT 10 RW 04 Kelurahan Rabangodu Selatan.

M. Nur Rizki terbaring saat dikunjungi LPA. Foto: Istimewa

M. Nur Rizki terbaring saat dikunjungi LPA. Foto: Istimewa

Buah hati M Ramli dan Suryani ini menderita pembengkakan jantung sejak ia masih kecil. Penyakit itu membuatnya lumpuh dan menyebabkan kondisi fisiknya tidak sempurna seperti anak-anak lain.

Berat badan Rizki saat ini hanya 14 Kilogram dengan panjang tubuh 80 Centimeter. Kondisi fisik ini tentu sangat jauh dengan usianya yang kini menginjak 14 tahun. Sepanjang usianya, Rizki hanya menghabiskan waktu di tempat tidur di layani kedua orangtuanya.

Prihatin terhadap kondisi Rizki, jajaran Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima menjenguk dan memberikan dukungan moral di tempat Rizki di rawat di Rumah Sakit STIKES Mataram, kemarin.

Kepada Anggota LPA, Rizki nampak begitu akrab dan lepas bercerita. Ia mengemukakan keinginannya untuk bersekolah dan belajar banyak hal seperti teman-temannya.

M. Nur Rizki. Foto: Istimewa

M. Nur Rizki. Foto: Istimewa

“Kebetulan Rizki klien dampingan kami untuk program asistensi sosial penyandang disabilitas berat. Meski kondisi fisik kurang sempurnah, Rizki sangat lincah dalam berkomunikasi,” kata Wahyuni, Perwakilan LPA.

Berdasarkan data dan informasi yang didapat dari orangtuanya kata dia, Rizki menderita kelainan fisik lahir. Hanya saja, baru Nampak saat usianya menginjak tiga tahun. Rizki memang berasal dari keluarga tidak mampu. Namun telah mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk jaminan pengobatan.

“Rizki ini siswa pada Sekolah Luar Biasa (SLB) Kita Bima. Dia bercerita ingin sekolah lagi agar punya teman, ingin bisa baca dan punya I-Pad untuk bermain game,” kata Lily Marfuatun, Anggota LPA lainnya.

Lily mengaku, Rizki kembali di rawat di STIKES Mataram sejak dua hari terakhir karena mengalami sesak napas. Hingga kini masih dirawat intensif dari pihak medis setempat. Pihak keluarga Rizki berharap para dermawan dapat membantu kesembuhan anaknya agar bisa sekolah kembali.

“Keluarganya sangat senang mendapat kunjungan LPA dan pemerhati anak lainnya. Hal itu memberikan dukungan moral dan motivasi untuk Rizki serta pihak keluarga,” kata Lily.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *