Diancam Warga, Para Sopir Angkot Minta Perlindungan Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Para sopir angkot di Kota Bima mendatangi Kantor Polsek Rasanae Barat, Rabu (14/9). Kedatangan mereka karena merasa terancam dampak dari kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Sopir Angkot asal Kelurahan Penanae dan korban warga Kelurahan Dara.

Sopir Angkot saat mendatangi Kantor Polsek Rasanae Barat. Foto: Noval

Sopir Angkot saat mendatangi Kantor Polsek Rasanae Barat. Foto: Noval

Kedatangan para sopir ingin mendapat perlindungan dari Polsek setempat, agar aman dan nyaman saat mencari makan di sekitar Terminal Dara. Pertemuan tersebut pun juga didampingi Kepala Kesbanglinmas Kota Bima, Lurah Dara, Babinsa Kelurahan Dara.

Perwakilan sopir angkot, Mahdin mengaku, pasca kejadian dugaan pemerkosaan tersebut, sejumlah sopir angkot mendapat intimidasi dari warga Kelurahan Dara. Tidak ingin terus mendapat tekanan dan ancaman saat mencari nafkah, mereka pun berinisiatif melapor ke Polsek dan meminta perlindungan.

“Kami memang diancam. Makanya kami datang meminta perlindungan, karena adanya persoalan kemarin, masalah pemerkosaan yang menjadi korban adalah warga Kelurahan Dara,” ujar Mahdin di Kantor Polsek Rasanae Barat.

Pihaknya pun meminta Polisi untuk menindaklanjuti kedatangan mereka, dengan memberikan perlindungan agar bisa aman mencari nafkah.

“Kami berharap jangan kami yang tidak tahu apa – apa yang juga harus menanggung akibat dari persoalan itu,” pintanya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Rasanae Barat, AKP. Jamaluddin memastikan para sopir tidak akan mendapat ancaman dan intimidasi dari warga Kelurahan Dara.

“Itu hanya isu saja. Ancaman itu tidak ada,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya juga meminta kepada para supir angkot juga memantu kerja polisi untuk memberitahu dimana keberadaan pelaku pemerkosaan tersebut, agar segera diproses.

“Tolong dibantu juga kerja polisi. Kalau cepat ditangkap, cepat juga diproses dugaan pemerkosaan tersebut,” katanya.

Babinsa Kelurahan Dara Serda Chaerul juga menegaskan bahwa ancaman dan intimidasi itu hanya isu yang dihembuskan orang yang tidak bertanggungjawab.

“Isu tidak benar itu. Kalian cari makan saja, kalau ada yang ganggu kalian, saya patahkan lehernya,” ancamnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *